Jumat, 25 Juli 2014

Imam Bukhari


Ia adalah Abu Abdulah Muhamad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Badzadzabah Al-Ju'Fi Al- Bukhari. Imam besar kaum muslimin, teladan orang-orang bertauhid dan pemimpin ulama hadist. Orang yang  ucapan maupun perbuatannya didahulukan , penyandang keutamaan yang berkelanjutan dan ilmu shahih yang sempurna lagi melimpah. Cahaya-cahaya hidayah nan berkilau terbit dari kemulian-kemuliannya. Dengan suara nyaring ia berkhotbah diatas mimbar bimbingan berdasarkan bukti-bukti yang absolut dan bertekad menghidupkan  sunah Nabi pilihan  yang sepakat diterima generasi salaf dan khalaf.

Imam Bukhari lahir di Bukhara tahun 194 H. Di tempat ini pula ia tumbuh dalam keadaan yatim . Ia telah hapal Al-Quran  dan menguasai dengan baik ilmu-ilmu bahasa arab ketika masih anak-anak, dan ia senang mendenngarkan hadist pada tahun 205 H dari para ulama-ulama Bukhara, diantara yang paling populer adalah Abu Ahmad  bin Yusuf  Al-Baikandi. Ulama ini segan kepada Bukhari kecil bila ia duduk dihadapannya mengingat banyaknya hapalan, kejeniusannya yang langka dan kefasihan tutur kata. Puluhan ribu hadist sudah ia hapal ketika masih berusia remaja .

Bersama ibu dan saudaranya , Imam Bukhari menunaikan ibadah haji pada tahun 210 H. Namun ia tidak langsung ikut pulang. Demi mencari hadist Rasullulah ia mengunjungi sebagian besar wilayah- wilayah timur seperti Khurusan , Jabal,iraq, Hijaz, Mesir, dan Syam. Dan para ulama serta imam-imam besar wilayah tersebut belajar hadist darinya, di antaranya Imam Ahmad bin Hanbal. Dan dalam masalah fikih , imam bukhari mendalami mazhab Imam Syafi'i.


Manakala ilmunya telah matang dan telah memiliki keyakinan  yang mantap, Imam Bukhari mulai memisahkan hadist-hadist shahih dan yang tidak shahih . Yakni setelah ia mengetahui cacat dan berbagai maksud hadist-hadist tersebut dengan satu pengetahuan  yang tidak pernah dikuasai seorang pun sebelumnya. Sehingga ia menjadi pemuka zamannya, satu-satunya tiada duanya dimasanya, serta diutamakan dari seluruh ulama dunia.

Ia menghasilkan karya besar yang berjudul ' Al-Jami'us Shahih' yang menyaring  sebanyak 600 ribu hadist selama 16 tahun. Dalam kitab ini, Imam Bukhari tidak menuliskan  satu hadist kecuali setelah ia mandi dan shalat  dua rakaat memohon petunjuk Allah dalam pencatuman  tersebut. Ia mengatakan, " Aku menjadikan hadist itu sebagai hujjah antara aku dan Allah."

Di dalamnya ia menghimpun 9000 hadist yang sebagian diulang lantaran pengertiannya berulang. Ulama-ulama As-Sunnah menyepakati bahwa tak ada kitab sunnah  yang lebih shahih dari kitab Bukhari ini. Para ulama mempelajarinya dalam konteks memberikan penjelasan, meringkas, dan menyusun ulang dengan bentuk-bentuk yang tak ada habisnya.

Sepanjang hayat, Imam Bukhari berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, tinggal di Baghdad, Naisaburi dan kota lainnya, sebelum rindu  kepada negrinya ahirnya ia pulang. Di negri kelahirannya ini, ia menghadapi cobaan dokrin, bahwa Al-Quran  itu mahluk. Ia termasuk ulama yang bersikap moderat dalam permasalahan ini. Ia mengatakan, " kata-kata Al-Quran  dan tulisannya   adalah mahluk, namun firman Allah sendiri qadim ( ada sejak jaman azali), bukan mahluk." Akibatnya  gubenur Bukhara memprovokasi rakyat agar menentangnya, lantas mereka mengusirnya dari wilayah Bukhara. Dan ditengah jalan ia menghembuskan nafas terahirnya di desa Kharantak yang berjarak 3 farsakh dari Samar qand, pada tahun 256 H dalam usia 63 tahun kurang 13 malam.



Semoga Allah merahmatinya dengan rahmat nan luas, mengumpulkan  pelayannya, Mustafaa, bersamanya dan menempatkannya disurganya yang luas. Amiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar