Senin, 29 November 2010

VISI DAN MISI PONCO MOYO BANYU MATARAM



Perguruan olah raga lahir batin Ponco moyo (PM) adalah wadah untuk belajar membangun manusia sehat sejati, baik secara fisik dan mental dalam keadaan kuat luar dan dalam.

Definisi sehat menurut WHO
adalah suatu keadaan dan kualitas tubuh berpungsi secara wajar dengan segala keturunan dan lingkungan yang dipunyainya.
Dalam PM ini diharapkan untuk mendapatkan SEHAT SEJATI LAHIR DAN BATIN. Kesehatan tubuh/ luar adalah membangun kekuatan fisik yang sangat luar biasa:
1) Lebih baik mencegah dari pada mengobati.
2) Sehat adalah harta yang tidak ternilai.
3) Jika ingin mewariskan sesuatu yang sangat berharga selain ilmu, maka wariskanlah tata kehidupan yang sehat.

Kesehatan Batin/dalam adalah memupuk kekuatan mental, spritual :

a) sikap mental yg positip, tenang dalam berpikir & bijaksana.
b) Tidak mudah stres, tenang sipat air yg dingin (banyu mataram)
c) Naluri lebih tajam dimana aura sebagai lapisan biolistik disekitar tubuh akan mampu
mendeteksi dengan lebih dini atau kondisi lingkungan sekitar, terutama kondisi yang dapat
membahayakan tubuh (tanggap/waskita).
d) meningkatnya kepekaan dan mendekteksi kondisi yang cukup jauh.
e) Dapat memasuki dinamika dan fenomena supranutural yang positif.
f) memupuk indra keenam dan mata batin (ajna).

Pada gilirannya akan terhindar dari beberapa penyakit :

Penyakit Medis.

Seperti: pembekalan jantung, kanker, thypus, stroke, dll.

Penyakit psikis.

Seperti: stress,depresi, schizopherenia, frutasi,dll.

Penyakit Metafisika.

Seperti: Teluh, santet, pelet, susuk, dll.

PM bukanlah ilmu berkelahi atau ilmu untuk didemontrasikan laiknya unjuk kekuatan. Pm kembali pada jati dirinya yaitu ilmu Banyu Mataram dari amanat yang dititipkan oleh kanjeng Sunan kali Jaga. PM memegang teguh sebagai insan Banyu Mataram yang memiliki sipat dan falsafah kehidupan sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi dengan karakterestik seutuhnya sebagai BANYU dan melestarikan keagungan dan kearifan budaya MATARAM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar