Minggu, 28 November 2010

UCAPAN BERDUKA CITA



Turut berduka cita atas meninggalnya Aira putri dari sedulur BANYU MATARAM M.tholib, dalam usia 13 bulan.

Allahumma yaa Allah
Engkau yang maha besar, yang maha berkehendak...

Yang Maha pengasih & Maha Penyayang...
Limpahkanlah Rahmat-Mu, tempatkanlah Dia disisimu... Yaa Allah dalam sorgamu, Yang terbaik dan tertinggi. Amin yaa Rabbal ' Alamin.

Kami mohon keikhlasan untuk membacakan Al Fatihah dan surat Yasin, semoga anak kami memperoleh tempat yang layak disisi Allah



Dan....
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta ketakwaan oleh SWT dalam menghadapi cobaan...









Jumat, 26 November 2010

MEMBUKA PINTU HATI,MENUJU MANUNGGALING KAWULA GUSTI

Salah satu ciri-ciri orang yang telah memahami hakekat" manugaling kawula gusti"adalah;DUWE RASA,ORA DUWE RASA DUWE (tidak punya rasa punya). Tumbuhnya rasa demikian menjadi pembuka jalan bagi untuk menggapai tataran kamanunggalan( Manunggaling Kawula- Gusti), harus diawali dengan menuruti atau mengikuti Kereping Rahsa. Karena Rahsa atau rasa atau sir merupakan pancaran kehendak dari Tuhan (sirullah).

Dimnakah sinyal rasa itu berada? bagi yg masih awam cermatilah hati nurani Anda! Hati nurani tidak dibelunggu nafsu, Ia merupakan pancaran kehendak Tuhan atau sirullah. Sirullah diumpamakan rasa manis dengan gulanya. Atau bayangan rembulan dengan rembulannya. Rembulan nya itu satu, tapi banyangannya ada ratusan, bahkan ribuan atau jutaan ember berisi air. Di dalam RAHSA, terdapat Zat Energi Tuhan. Buanglah setan (nafsu)dari dalam hati maka akan "tampak" sejatinya Wujud Tuhan. Keberhasilan menyirnakan setan (nafsu) memudahkan kita " LEBUR DENING PANGASTUTI" menyatu dengan hakekat energi Tuhan. Dalam peleburanitu nurani mentransformasi sipat hakekat Tuhan. Terbukalah pintu hakekat penyatuan atau panunggalan sebagai wujud dari makna Dwi Tunggal ( loro-loroning atunggil)

Kamis, 25 November 2010

MISTERI PETAKA TANGGAL 26

Angka 26 adalah puncak atau kulminasi dalam tarikh bencana. Dalam perhitungan spritual, angka 26 merupakan angka sial dalam skala kecil. Angka besarnya 66. Angka 6 baik didepan atau dibelakang merupakan angka dajjal atau angka sial yang berarti kerusakan. Bahkan pada sebuah kitab, tanggal tersebut disebutkan sebagai tanggal maut.

Sebuah hal yang unik dan misterius adalah bencana besar yang melanda Indonesia itu terjadi setiap tanggal 26. Sekedar menyegarkan ingattan kita, gunung merapi di Jateng meletus pada tanggal 26 Mei 2006 dan menewaskan puluhan korban jiwa. kemudian tanggal 26 Desember 2004 terjadi gempa dasyat dan sunami paling hebad di abad21 menerjang Aceh, Sumatra, dan beberapa negara Asia hingga menewaskan lebih dari 21.000jiwa

Pandangan Agama Islam tentang Misteri tanggal 26

Dalam nilai ataupun sejarah Islam, semua hari, tanggal, bulan, maupun tahun semuanya bagus. Tentang musibah pada tanggal 26 jawabannya adalah Wa Allahu Alam Bi Sowab. Hanya Allah lah yang paling tahu hikmah dibalik musibah tanggal 26, ini baik musibah maupun bencana yang terjadi di Indonesia maupun di dunia ini. Untuk bencana maupun musibah memang sudah dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qurran. Kejadian ini bisa dikaitkan dengan surat ke 26 yaitu Assyu'ara ayat 62, dimana surat tersebut menceritakan bagaimana tentang kehebatan dan kekuasaan Allah SWT. Hal ini tentunya dengan tujuan agar kita semua kebali ke jalan Allah SWT. Dan menjaga alam yang dimiliki-Nya. manusia diamanatkan untuk menjadi pemimpin dimuka bumi ini dengan cara menjaga segala apa yang ada dimuka bumi dan apa yang telah Allah SWT berikan. Surat Assyu'ara ini menceritakan bagaimana sejarah Nabi Musa dan Nabi-Nabi terdahulu, yang pada intinya mengajak segenap umat manusia untuk kembali kepada ke Esaan Allah. Berarti bisa saja kalau kita kaitkan dengan musibah, itu bisa menjadi sebuah perenungan ada apa yang terjadi dengan bangsa Indonesia ini yang mayoritas Muslim. Mungkin ibadahnya kurang, sholatnya kurang, sehinga Allah tegur kembali dengan musibah, agar kembali meng Esyakan Allah SWT.

OLAH RAGA LAHIR & BATIN PONCO MOYO



Laksana air, ilmu banyu mataram selalu meresap dan turun mengikuti aliran dan kodratnya. Semakin dalam maka semakin deras air mengalir. Dari berbagai guru dan sesepuh ilmu banyu mataram tetap eksis di berbagai daerah. Yogyakarta menjadi basis perkembangan ilmu yang paling marak. Dari kanjeng Sunan kalijaga, Sultan Agung Hanyokrokusomo, Pangeran Porboyo, dan seterusnya. Semenjak tahun 1950, beberapa rangkaian ilmu Banyu Mataram mulai terhimpun. Disatukan kembali dibersihkan dan disusun sehingga menjadi sebuah ajaran dan cerminan alam semesta dan kehidupan yang arif dari laku linuwih dan pri hatin. Dalam perjalanan ilmu Banyu Mataram mengalami degradasi, oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab dengan memasukkan laku,ritual yang menyimpang dari apa yang diamanatkan Kanjeng Sunan Kalijaga. Nilai-nilai tauhid dan budaya Mataram menjadi pasangan yang bersanding selalu harmonis kembali harus ditegakkan.

Pada hari sabtu tanggal 22 Desember 2002, insan Banyu Mataram bersama-sama menyatukan tekad untuk mendeklarasikan sebuah perkumpulan dengan nama PERGURUAN OLAH RAGA LAHIR DAN BATIN BANYU MATARAM. Dengan ikrar dan janji setia insan Banyu Mataram sadar dan bertanggung jawab untuk melestarikan ilmu Banyu Mataram yang arif dan adiluhung. Ilmu Banyu Mataram mengajarkan proses manusia membangun hidup taqwa untuk menuju kesempurnaan budi pekerti yang luhur serta budi daya yang terahir. Manusia sudah digariskan oleh tuhan diberikan kekuasaan, kesempurnaan untuk sampai pada hari ahir. Tetapi karena ikut campurnya unsur yang tidak hak dalam jiwa dengan sadar maupun tidak sadar,sengaja atau tidak sengaja,sehingga akan mempengaruhi kesempurnaan dalam jiwa.

Untuk kembali dihari ahir, manusia itu harus kembali dalam keadaan fitrah (bersih dari anazir), tidak ada unsur yang tidak hak yaitu dalam keadaan sempurna, tampa sekutu harus kembali kejati diri manusia yang sejati.
Oleh karena itu budaya dan Islam Mataram menjadi kewajiban kita untuk melestarikannya sekaligus sebagi warisan yang tak ternilai bagi anak cucu kita.


Rabu, 24 November 2010

keseimbangan keweruh dan mengenal hidup
















Kita memiliki pengetahuan, tetapi pikirin menyempit dalam pandangan...
Kita memiliki pandangan luas, tapi tidak berpengatahuan...

Ini yang menghadirkan pandangan salah,.. dan menciptakan keterjebakan diri.
Menjadi diri sendiri yang memiliki totallitas pergerakan dengan alam semesta, dalam arti mengenal diri sendiri.
Bagaimana saat ini semua aktifitas itu dengan raga dan pikiran?
Atau melakukan itu semua dengan rasa yang beraga?
Hanya diri kita semua yang merenungkan...

Esensi muncul kemanunggaalan...
Manunggal bukan berarti lenyap dan tidak ada apa-apa

Roso memiliki kebebasan pergerakan...
Yang dibutuhkan adanya rasa welas asih, untuk memunculkan pergerakan itu semua.
Manunggal kehendak aktivitas menuju sumeleh...
Sumeleh yang bertanggung jawab dan berpengertian...

Manunggal dalam cipto karso yang menyentuh ranah roso yang biasa disebut ke Ilahian...

Roso sebagai sejatining urip... sumber kedamaian dan pengetahuan hidup itu sendiri, dimana kita sanggup persembahkan adanya rasa layanan dan pengorbanan.

Cipto,karso,.roso...
Ning neng nung nang gong..

Dengan hening akan adanya keheningan... untuk mendapatkan petunjuk...untuk mendapatkan petunjuk..lantas didapatkan kewenangan untuk melakukan itu semuanya untuk bisa menggema dan bermampaat bagi dirinya sendiri dan sesama.

Menuju kesempurnaan hidup

Allah berpirman:
Hai manusia,sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari tuhanmu,dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada dalam dada),dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.( Qs. Yunus:57)

Ayat ini menerangkan tentang seruan Allah kepada seluruh manusia agar segera mempercayai Al-Qurran sebagai kitap suci yang mulia. Didalam ayat ini menerangkan kalau Al-Qurran merupakan pelajaran yang berharga, disamping itu juga sebagai penyembuh bagi penyakit yang berada didalam dada, dan juga sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Sepatutnya manusia menerima seruan itu karena didalamnya terkandung kebaikan-kebaikan.Mustahil Allah menyeru kepada yang buruk dan sia-sia. Apabila dilihat dari seruan Tuhan tersebut maka didapati bahwa Ia membawa manusia menuju kesempurnaan hidup. Ia adalah kebenarran yang harus diterima. Karena hanya Allah yang maha sempurna yang mampu menunjukan jalan kesempurnaan. Didalam ayat ini diterangkan bahwa untuk menuju kesempurnaan hidup adalah dengan menerima dan mempercayai Al-Qurran, karena itu merupakan firman-firman tuhan yang diturunkan sebagai penyelamat dan pembimbing bagi manusia. Didalam ayat Al-Qurran diterangkan 4keistimewaannya, yang antara satu dan lainya saling berkaittan bagai anak tangga yang mengantarkan menuju kesempurnaan. Manusia adalah mahluk yang terdiri dari jasad dan roh. Dengan perhubungan antara jasad dan roh tersebut maka manusia menjadi hidup. Disamping itu Allah menetapkan pada manusia yang hidup unsur iman dan nafsu. Unsur iman adalah yang mendorong manusia kepada unsur kebaikan, sedangkan unsur nafsu mendorong manusia untuk melakukan keburukan.Supaya iman dapat ditingkatkan dan nafsu dapat dikendalikan Allah meberi manusia akal. Melalui akal itulah manusia memimpin diri dan mengisi hidup. Tetapi malangnya ,ada diantara manusia tidak menggunakan akalnya,unsur iman diabaikan,sedangkan unsur nafsu dibiarkan lepas tampa kendali. Apa yang terjadi? manusia tersebut menjadi liar dan buas. Ia tidak tampak lagi seperti manusia yang berakal, tetapi lebih dekat kepada hewan yang tidak pernah mengerti makna kehidupan.

Empat keistimewaan Al-Qurran dalam membawa kesempurnnan adalah sebagai berikut:

Pertama; Al-Qurran adalah pembelajarran yang datang dari sisi Allah yang maha mengetahui. Pelajaran yang dimasudkan adalah perintah dan larangan-larangan dari Allah. Sesungguhnya tidak satupun yang diperintah oleh Allah melainkan untuk kebaikan manusia, dan tidak satupun pula yang Allah larang melainkan Ia adalah suatu keburukan, hal itu karena Allah maha mengetahui sesuatunya. Sesungguhnya bila manusia mengetahui dan memahami pelajarran dari Sisi Allah, maka Ia merupakan peringkat pertama dalam menuju kesempurnaan hidup.

Kedua; Al-Qurran sebagai penyembuh bagi penyakit yang bersarang di dada. Apakah penyakit yang bersarang didada manusia? banyak sekali seperti iri dengki, emosional, dendam, putus asa, sombong, tamak, dll. Penyakit yang palaing parah adalah kupur dan syirik. Dikatakan itu semua penyakit karena apabila penyakit tersebut hingap pada manusia, maka manusia itu akan sengsara dan menderita, bahkan ahirnya akan binasa. Lihatlah bagaimana sengsaranya orang yang iri dengki,tamak, sombong, dan sebagainya. Al-Qurran mampu mencabut seluruh penyakit tersebut dan membersihkan hati sebersih bersihnya. Hati yang sakit kembali sehat. Berarti dengan Al-Qurra hati kembali kepitrahnya putih bersih dan suci.

Ketiga; Al-Qurran merupakan petunjuk (hidayah) yang mengantarkan manusia kepada tujuan hidup yang sebenarnya. Berarti tampa Al-Qurran maka manusia tidak akan sampai ketujuan. Tujuan hidup manusia adala mencapai keridhoan Allah.

Keempat; Al-Qurran merupakan rahmat yang akan menjadikan manusia menjadi mahluk yang sempurna dan mampu pula menyempurnakan yang lainnya.

" Dengan karunia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu lebih baik dari apa yang telah mereka kumpulkan" (Q.s Yunus:58)