Kamis, 19 Juni 2014
Searangan Bertubi-Tubi Ke Prabowo Pertanda Kubu Jokowi Panik
Tagline foto 'Galery Of Rogues, kebangkitan Bad Guys' yang diunggah presenter dan kolumnis Indonesia, Wimar Witoelar dinilai banyak pihak sebagai serangan ke Prabowo yang dilakukan tidak santun. Ini menujukan bahwa kubu Jokowi panik.
Serangan ke Prabowo itu bukan hanya foto yang diunggah Wimar Witoelar, namun juga soal trasnkrip Megawati dan Jaksa Agung, ledakan posko PDIP, iklan RIP Jokowi, yang seolah-olah dilakukan kubu Prabowo.
"Ini meperlihatkan memang PDIP sedang panik, karena semakin sulit menjual Jokowi ke publik," kata pengamat politik Universitas Indonesia, Firman Noor, Jumat(20/6/2014).
Menurut Firman, hal itu dilakukan karena harapan mereka untuk membuat Jokowi lebih populer dengan cara smooth sudah pupus. "Mereka tidak membayangkan keadaan ini sebelumnya, sehingga mereka memilih cara yang ekstrem, keras, dan kurang patut, untuk menyerang Prabowo. Mereka tak segan memfitnah kubu lawan" ungkapnya.
Hal yang cukup disayangkan, kata dia, cara ini dilakukan kaum intelektual pendukung Jokowi.
Kaum ini lanjutnya berpendidikan tinggi, lebih paham pluralisme dan paham demokrasi.
"Jadi harusnya bisa bersikap lebih elegan,tidak picisan, dan tidak main kasar" cetusnya.
Ia juga meprediksi bahwa serangan kekubu Prabowo akan semakin gencar dilakukan kubu Jokowi, karena mereka semakin kehabisan akal mendongkrak suara jagoannya.
"Kita ingat jika delapan atau enam bulan lalu, Jika ada orang yang memjelekan Jokowi disosial media, dia akan di bully, tapi sekarang udah terbalik jika ada orang yang menjelekan Prabowo ia akan di bully habis-habisan." Ucapnya.
Menurut dia,"perlahan publik bisa menilai siapa Jokowi sebenarnya, dan serangan-serangan kasar ke Prabowo akan menjadi preseden buruk buat dia".
okezone.com
Bagai Disambar Petir Wimar Witoelar Lakukan Penghinaan Pada Muhamadiyah
Foto yang diunggah Wimar Witoelar di akun twitternya terus mendapat sorotan, terutama dari kalangan Muhamadiyah. Dalam foto yang berjudul 'Gallery Of Rogues , kebangkitan Bad Guys' terdapat foto Prabowo dan Hatta Rajasa. Keduanya diapit sejumlah tokoh diantaranya Luthfi Hasan Ishaqq, Ahmad Heryawan, Tifatul Sembiring, Abubakar Baasyir, Habib Rizieq, disebelah kiri. Sementara disebelah kanan terdapat foto Suryadharma Ali, Aburizal Bakri, Anis Matta, dan AA Gym.
Dibawah foto Prabowo CS itu terdapat lambang ormas seperti Muhamadiyah, MUI, FPI, Hizbut Tahrir Indonesia, dan lainnya. Sedangkan tampak foto Ali Imron, Imam Samodra, Amrozi, Osama bin Laden, dan Soeharto sebagai background.
"Melihat postingan foto Wirma Witoelar di sosial media terkait gambar-gambar teroris dan banyak logo partai dan Muhamadiyah, saya merasa bagai disambar petir karena tidak ada hujan tidak ada angin kenapa Muhamadiyah disebut teroris" tegas kader muda Muhamadiyah Ahmad Rofiq, Kamis(19/6).
Baginya foto itu adalah penghinaan yang luar biasa. Ini bagian dari pemistaan terhadap Muhamadiyah yang sudah mengabdi kepada bangsa ini lebih dari 1 abad.
"Sebagai aktivis Muhamadiyah saya tersinggung dengan postingan gambar ini. Boleh saja seorang Wimar Witoelar tidak suka kepada Prabowo sebagai Presiden, tapi apa urusannya mengkatagorisasikan Muhamadiyah pendukumg Prabowo dan teroris. Apalagi Muhamadiyah netral di pilpres 2014 ini." Ungkapnya.
"Wimar Witoelar ,harus bertanggung jawab dengan apa yang telah ia lakukan.
Dia harus melakukan klarifikasi khusus kepada Muhamadiyah. Dan minta maaf kepublik secapat-cepatnya. Jangan merusak demokrasi dengan cara anarkhisme opini yang tidak bisa dipertanggung jawabkan" sergah Rofiq.
suaranews.com
Fitnah Wiranto Bakal Lambungkan Elektabitas Prabowo.
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), MS Kaban menyakini fitnah yang dilontarkan ketua umum partai Hanura Wiranto akan semakin melambungkan elektabilitas capres Prabowo.
Menurut dia, niat mantan Panglima ABRI itu untuk menjatuhkan Prabowo justru akan menjadi bomerang.
"Inikan masudnya untuk menurunkan mendegradasi mas Prabowo. Tapi saya yakin semakin dibegitukan mas Prabowo semakin disadari mas Prabowo sebagai pemimpin yang berkorban untuk bangsa. " katanya di rumah Polonia, jalan Cipinang, Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (19/6/2014).
Isu yang dilontarkan Wiranto, merupakan pengulangan saja yang memang telah disampaikan beberapa tahun yang lalu.
Artinya menyangkut isu penculikan dan kudeta itu sudah terjawab dan tidak benar.
Apalagi, surat keputusan Dewan Kerhomatan Perwira (DKP) sudah cukup jelas menerangkan posisi Prabowo dan sudah tidak lagi menjadi surat yang rahasia.
"Ini sekarang sudah terbuka. Karena ini sudah terbuka , kalau saya tetap mengatakan, keputusan itu sudah diproses sudah didengarkan, keputusan ahirnya dengan hormat. Artinya apa, karena itu dengan hormat, harusnya dipahami" tandasnya.
Sebelumnya Wiranto mengatakan Prabowo dalang dibalik penculikan mahasiswa tahun 1998, bahkan disebut ingin melakukan kudeta.
okezone.com
Gerindra: Wiranto Ingin Bersih Diri Sendiri
Pernyataan mantan Panglima ABRI, yang membeberkan kronologis kerusuhan Mei 1998 yang berujung pemecatan Prabowo dari kesatuan TNI mendapat tanggapan serius dari partai Gerindra.
Wiranto dituding bermanuver jelang pemilihan presiden 9 Juli mendatang. Mengingat Wiranto adalah ketua umum partai Hanura yang menjadi mitra koalisi pengusung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
"Pernyataan Wiranto sangat politis dan kesannya hanya ingin bersih sendiri. Pernyataan dia lebih ketidak sukaanya kepada Prabowo apa lagi dia tim sukses sebelah. Ini tidak fair," kata wakil ketua umum partai Gerindra , Edhy Prabowo, kepada okezone, kamis(19/06/2014).
Edhy menegaskan Prabowo diberhentikan dengan hormat dari TNI, dan mendapatkan hak pensiun. Dirinya menyayangkan kalau ada pihak yang menuding kalau Prabowo diberhentikan dengan tidak hormat, karena kasus penculikan sejumlah aktivis. "Bukti suratnya ada kok kalau Prabowo dibethemtikan dengan hormat. " katanya.
"Komandan yang benar itu seperti pak Prabowo dong, yang berani tanggung jawab dan pasang badan atas kesalahan yang dilakukan anak buah, komandan jangan hanya menyalahkan anak buah, dan terkesan ingin bersih diri sendiri dong" tegasnya.
okezone.com
Kehormatan Memberi, Dari Pada Meminta
Tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah (hadits Nabi).
Makna yang dikandung hadits itu sangat dalam, yaitu Nabi mengajarkan umatnya untuk membiasakan diri untuk memberi. Namun sebaliknya juga Nabi mengajarkan umatnya tak suka meminta untuk diberi.
Ajaran Islam itu mengajarkan agar umat menjaga harga diri dan kerhomatan untuk berpantang dari bergantung pada orang lain, apa lagi kalau sampai meminta- minta dan mengemis di jalanan.
Islam lebih menghargai orang yang berusaha, meskipun sangat kecil hasilnya, dan sangat berat bebanya. Menjaga harga diri diutamakan dalam Islam, sedangkan merendahkan diri dilarang dalam Islam.
Kadang kita diberi tugas oleh tuhan sebagai 'jalan rejeki' untuk orang lain. Kita diberi keluasan dan kelancaran rejeki yang luar biasa, dan hati kita digerakan untuk selalu meringankan beban orang lain. Betapa bahagianya kita kalau berada dalam posisi ini.
Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Memberi lebih mulia dari pada meminta. Apapun alasannya, apapun situasinya, kita harus selalu menempatkan tangan kita diatas. Tuhan pasti memberi kemudahan dan jalan keluar yang tidak disangka-sangka, asal kita bertakwa dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Hanya kepada Allah lah kita harus merendahkan diri. Karena hanyat dia Dzat Yang Maha Besar. Maha Utama Dalam Segala. Adalah sudah sepantasnya bahwa iyyaaka na'budu waiyyaaka nasta'in ; hanya kepada Engkau (duhai Allah) kami menyembah dan hanya kepada Engkau pula(YaaRobb) kami memohon pertolongan. Hanya Allah satu-satunya tempat bergantung, tempat meminta-minta kita, dan tempat mengemis-ngemis kita.
"Aku cinta orang kaya yang dermawan, tapi aku lebih cinta orang miskin yang dermawan. Aku benci orang kaya yang sombong, tapi aku lebih benci kepada orang miskin yang sombong" begitu firman tuhan dalam hadits qudsi-Nya.
Semoga kita mampu memelihara ahlak kita, bahwa tangan diatas lebih mulia dari pada tangan dibawah.
Dan menjelang pilpres nanti, semoga saja Tuhan memberi kita pemimpin yang amanah, cinta akan Al-quran, yang mengajarkan kita untuk lebih bermatabat, dan menjaga harga diri kita... Amiinn.
Ulama Besar Mekkah Dukung Prabowo-Hatta
Manjelang pemilihan Priseden , pasangan Prabowo-Hatta mendapat dukungan dari para ulama Mekah, Madinah, Arab Saudi.
Mereka adalah Syeikh Sayid Ahmad bin Muhamad Alawi Al Maliki, Syeikh Sayid Abbas Alawi Al Maliki, dan Syeikh Habib Zain bin Smith.
Dukungan para ulama besar Mekkah ini berawal awal bulan Juni lalu, sebanyak 14 ulama antara lain KH. Mustofa Aqil dari Cirebon, KH. Suyuti Thoha dari Banyu Wangi, dan KH. Maksum menuaikan oumrah.
Selain beribadah 14 ulama Indonesia ini menemui ketiga ulama besar Mekkah yang sangat dihormati dan menjadi rujukan ulama-ulama Indonesia yang juga mayoritas Ahlus Sunah Wal Jama'ah.
Dalam kesempatan itu, secars khusus dua ulama itu menyempatkan diri untuk menulis surat dukungan dan do'a untuk pasangan Prabowo-Hatta.
"Saya memohon kepada Allah SWT pertolongan, jalan kebaikan serta kemenangan bagi calon presiden Pak Prabowo dan wakilnya pak Hatta Rajasa. Saya memohon kepada Allah agar beliau berdua selalu mendapatkan taufik dan hidayahnya" kata Sayid Ahmad.
Sayid bepesan terutama kepada calon presiden untuk menjunjung tinggi agama Allah, sunah Rasul, selalu membela kebenaran dan keadilan, agar selalu ada dalam prioritas pemikirannya, sehingga Allah berkenan memberikan keberkahan dalam pemerintahannya dan Allah selalu memberikan perlindungan bagi Prabowo-Hatta.
Tak lupa Sayid Ahmad juga mendoakan agar Prabowo-Hatta dibimbing kearah yang tepat untuk mengantarkan Indonesia berada dalam pemerintahan dan rakyat menuju kejayaan dalam segala bidang.
"Saya merasa bangga menyambut beliau nanti, setelah terpilih menjadi priseden" ucapnya.
"Kami semua mendukung dan mendoakan bapak calon prediden dan wakil presiden Prabowo-Hatta. Agar diterima oleh semua . Kami berwasiat agar bertakwa dimanapun bapak berada. Insya Allah bapak berdua akan terpilih menjadi Presiden dan wakil presiden Republik Indonesia" ujarnya.
suaranews.com
Rabu, 18 Juni 2014
Jogya Berduka, Kampanye Pendukung Jokowi Anarkis Serang Warga
Jogyakarta 17 Juni 2014
Kampanye PDIP (kampanye pendukung pilpres pendukung Jokowi-JK) di daerah Jogyakarta yang dipusatkan di stadion Mandala Krida berujung rusuh di beberapa daerah.
Di daerah Tamsis
Sekelompok mahasiswa hukum Universitas Islam Indonesia menjadi korban kebrutalan simpatisan moncong putih PDIP di depan kampus UII didepan jalan Taman Siswa. Mereka dipukul dari pemukul bambu dan batang kayu, juga ada yang menggunakan pentongan. Para korban sore ini sedang divisum. Ada satu yang parah kepala bocor yang bernama"AK" , AK seorang mahasiswa angkatan 2010 falkutas hukum UII, yang tadi sore divisum dirumah sakit Hidayatulah Yogyakarta.
Masalah hanya sepele. Mahasiswa yang kebetulan mau menyeberang jalan bertemu dengan simpatisan moncong putih dan mereka dengan arogannya menyasak dengan mengacungkan pentungan kepada mahasiswa yang sudah melewati setengah badan jalan yang ingin diseberangi.
Mahasiswa yang ingin ditolong tukang pakir
Dua tukang pakir yang berniat menyelamatkan mahasiswa tidak luput mendapatkan pukulan dan tendangan simpatisan PDIP.
Team atvokasi mahasiswa falkutas UII sudah mengantongi beberapa bukti yang Insya Allah segera diperkarakan atas arogansi simpatisan pendukung Jokowi-JK.
Didaerah Tukangan
Karena jalanan macet masa simpatisan PDIP unjuk kekuatan dengan memepet para pengguna jalan, yang mengakibatkan beberapa warga yang pulang berkerja terjatuh.
Didaerah Lempuyangan
Masih sama, masa PDIP turun kejalan membawa bambu dan merusak atribut kampanye dari capres lawan pasangan Prabowo-Hatta, hingga berita ini beredar Lempuyangan masih mencengkam,dan polisi dikerahkan untuk berjaga agar suasana menjadi kondusip.
Depan SMP Bopkri
Masa PDIP yang arogan ala preman jalanan, semasa melintasi masjid dijalan Gayam sewaktu Sholat Ashar , diperingatkan warga untuk menurunkan tensi knalpot, namun tidak diindahkan. Hingga ada warga yang meneriaki kafir.
Tak terima dengan teriakan itu, wargapun dilempari batu, ahirnya warga mengalah menarik mundur untuk menunaikan shalat Ashar. Setelah selesai masyarakat sekitar menarik masa yang arnakis tadi keutara perempatan Gayam menjauh dari masjid dan terjadilah perang antara warga dan simpatisan moncong putih tepatnya didepan jalan besar ke arah SMP Bopkri.
Sumber: www.pkspiyungan.org/2014/06/jogya-berduka-kampanye-pendukung-jokowi.html?m=1
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpg)
.jpg)

