Minggu, 22 Juni 2014

Tausiah Dan Zikir Abang Ustad Arifin Ilham; Masjid Sabilal Mutadin Banjarmasin












Mantan Petinggi TNI Ini berterima Kasih Kepada Wiranto

Belum lama ini surat pemecatan Prabowo betedar luas dimasyarakat. Wiranto selaku Panglima ABRI waktu itu sudah menggelar jumpa pres perihal surat itu.

Goerge Toissuta, yang juga dikenal sebagai mantan petinggi TNI, turut angkat bicara.

"Terima kasih pak Wiranto atas kata-kata manisnya. Kami yang muda-muda jadi tau karakter bapak" tutur Goerge kepada vivanews dirumah Plonia, Jakarta Timur, Sabtu.

Surat tersebut menjadi polemik, sehingga perdebatan kerap muncul dikubu kedua capres-cawapres ini. Berbagai gesekan kedua kubu semakin parah setelah surat pemecatan tersebut beredar.

Dalam jumpa pres 19 Juni, Wiranto menggelar jumpa pres  menjelaskan soal Beredarnya dokumen Dewan Kerhomatan Perwira (DKP), menurut Wiranto dokumen itu bukan rahasia negara.



vivsnews.com

Sabtu, 21 Juni 2014

Maksi @Sup Buntut Bamper, Banjarmasin






Dituding Wiranto Penjahat HAM, Prabowo ; Tuhan Tidak Tidur!




"Jawablah apa yang bisa dijawab, kalau tidak serahkan kepada rakyat Indonesia yang menilai" kata anggota tim sukses Prabowo-Hatta, Ali Mochtar Ngabalin, mengutip perkataan Prabowo, Jumat diJakarta.

Prabowo juga menyerahkan seluruhnya kepada Allah SWT, atas banyaknya tudingan dan kampanye hitam kepada dirinya, terutama tuduhan penjahat HAM dari Wiranto.

Mochtar mengatakan Prabowo menyakini Tuhan tidak tidur " God never lie, God never sleeps" katanya.


"God never lie, God never sleeps" 


Tim sukses Prabowo-Hatta menyatakan, pemecatan Prabowo Subianto karena kasus kerusuhan dan penculikan adalah tidak benar.

"Berdasarkan surat keputusan Presiden RI Nomer 62/ABRI/1998 yang ditetapkan 20 November 1998 dinyatakan bahwa Prabowo dihentikan dengan hormat dari ABRI dan Prabowo Subianto mendapatkan hak pensiun." Kata anggota tim pemenangan Prabowo-Hatta, Marwah Daud Ibrahim, dalam konfrensi presnya di Polonia media center, Jakara Timur, Jumat.

Marwah menambahkan berdasarkan surat yang  dikeluarkan Seketaris Negara kepada Komas HAM, pada 13 September 1998 Nomer B-597/Sesneg/09/1999 prihal tindak lanjut penanganan akibat kerusuhan Mei 1998, tidak cukup bukti.
"Dikatakan dari dokumen negara itu dapat dilihat Prabowo Subianto tidak bersalah atas tuduhan yang selama ini dituduhkan" katanya.

Pada kenyataannya, pada pemilu 2004, Prabowo bisa mengikuti kovensi capres partai Golkar, kemudian pada 2009 maju sebagai cawapres Megawati.

"Sekarang beliau ditetapkan KPU sebagai capres di pilpres ini" katanya.





voa-islam.com

Faktor Utama Pendongkrak Elektabilitas Prabowo-Hatta Adalah Serangan Brutal Kubu Jokowi



Hasil survey terus menunjukan trend capres Jokowi terus menurun. Kubu Jokowi yang dulunya sangat mendominasi pertarungan kini telah disalip kubu Prabowo.

Data survey Pukaptis terahir menyebutkan elaktabilitas Prabowo 44,69%, sedangkan elektabilitas Jokowi 42,79%.

Direktur Puskaptis, Husin Yaziz, menjelaskan bahwa masyarakat menginginkan sosok pemimpin yang tegas, berani, dan beribawa, dan faktor keamanan adalah salah satu kebutuhan masyarakat.

Dia menambahkan keamanan itu bukan hanya ancaman dari luar, tapi juga keamanan dalam bidang ekonomi. Ekonomi global sudah berlangsung, masyarakat butuh perlindungan, butuh proteksi dalam bidang ekonomi. Dalam hal ini masyarakat percaya Prabowo bisa melindungi.

Faktor kedua masyarakat memilih Prabowo, karena presiden akan membawa  nama Indonesia dimata dunia. Dalam hal ini Prabowo lebih bisa dipercaya memberikan kewibawaan dimata dunia.


Selain itu faktor yang juga paling banyak berpengaruh adalah "serangan brutal" dari kubu Jokowi yang menyerang tanpa dasar. Masyarakat melihat itu dan memberikan rasa simpati kepada Prabowo. Dia mengatakan selama ini banyak sekali romor yang dihembuskan untuk menjatuhkan Prabowo. Namun menurut Husin, masyarakat sudah cerdas karena derasnya arus imformasi. Akibatnya romor yang tidak mendasar itu bisa dipilah- pilah masyarakat.

Penyebab lainnya adalah penguasaan daerah dari ketokohan cawapres. Jusuf Kalla sebagai pedamping Jokowi tidak mendongkrak suara secara seginifikan. Berbeda dengan Hatta Rajasa yang menjadi pendamping Prabowo. Figur Hatta dinilai bisa menfongkrak perolehan suara Prabowo.

"Sekitar 21% pemilih ada dipulau Sumatra, dan Hatta Rajasa mampu menguasai daerah itu dengan baik. JK meskipun menguasai daerah pemilihan Sulawesi namun suara pemilih disana hanya 7%" jelas Husin.





suaranews.com

Jumat, 20 Juni 2014

Serangan Kampanye Negatif Terhadap Prabowo "Basi"


Isu yang dilempar lawan capres Prabowo tidak akan menggoyangkan niat pemilih fanatik capres nomer satu ini. Sebab isu yang pernah dimainkan lawan capres Prabowo ini sudah pernah dimainkan berkali- kali.

"Kalau Prabowo dalang kerusuhan dan penculikan itu pastinya sudah selesai. Namun sampai sekarang negara belum mampu membutikan dalang kerusuhan dan penculikan itu. " kata peneliti Indonesia research centere (IRC), Yunita Mandolang saat berbincang dengan okezone, Jumat (20/6/2014).

Meskipun Wiranto baru saja membongkar Surat Rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) 21 Agustus 1998, yang menyebutkan Prabowo terlibat kerusuhan dan penculikan aktivis 98, tetap saja tidak akan menurunkan elektabilitas Prabowo-Hatta.

"Itu hanya atribut kampanye negatif  yang digunakan untuk menekel elektabilitas Prabowo, dan itu sudah 'basi' "  ujarnya.

Tanpa hasil survey pun, kata Yunita ungkapan Wiranto itu tidak akan berpengaruh bagi pemilih Prabowo.

"Pemilih Prabowo yang beralih ke Jokowi itu sedikit, namun sebaliknya pemilih Jokowi yang beralih ke Prabowo itu sangat banyak" imbuhnya.



okezone.com

Dugem, Party. Maksiat Yang Tak Perlu Dibanggakan Bro....


"Aku habis dugem tadi malam," seorang remaja bicara pada temannya. 
"Wah berarti kamu ke diskotik dong? Itu kan tempat maksiat mas. " 
"Iya sesekali kita perlu tahu dunia malam itu kayak gimana. Supaya hidup kita itu kaya wawasan. Tahu hitam putih dunia. Jadi aku ini termasuk gaul ngak kuper" katanya bangga. 


Sahabat muda itu tadi adalah sekilas percakapan antara dua anak muda yang pernah saya dengar. Percakapan yang bila saja tidak disaring dengan baik, membawa beberapa imformasi yang menyesatkan. Dalam kontek tersebut, pembawa imformasi memberitahukan aktivitasnya semalam yaitu dugem. Dugem atau dunia gemerlap yang dilakukan didalam diskotik. Namanya diskotik pasti didalamnya terdapat orang yang berdisko, campur aduk laki dan perempuan.

Gaya busana juga disesuiakan, ngak mungkin orang yang datang pakaiannya berbusana muslim yang menutup aurat. Yang ada adalah berlomba berpakaian yang mengumbar aurat. Jelas sekali pakaianya untuk menarik lawan jenisnya untuk mendekat. Gaul bebas ngak mungkin bisa dihindari dari ruangan yang penuh maksiat ini.

Bukan hanya itu saja minuman keras, narkoba, adalah hidangan yang biasa. Ngak mungkin kan datang kediskotik hanya mau minum jus jambu. Transaksi narkoba dan seks pun bukan menjadi hal yang tabu. Nah tempat yang seperti inikah yang disebut kaya wawasan, gaul dan ngak kuper?

 Jelas saja ini pernyataan yang menyesatkan. Sebagai remaja muslim yang cerdas tentu saja kamu ngak mudah percaya begitu saja. Sebaliknya pikiran kritismu pun berjalan. Sebetulnya dia juga tahu kok, diskotik itu tempat apaan.  Hanya saja dia membuat pembenaran atas aktivitas yang ia lakukan.

Udah tau maksiat dan haram tapi ngeyel tidak mau berhenti, itu artinya ia sudah mentasbihkan dirinya menjadi orang sakti.

"Mas sudah pernah belajar pegang api lilin belum?"
"Ngapain, kurang kerjaan banget"
"Ngak barangkali aja mas mau coba gitu. Pegang deh api lilin yang kecil itu selama 10 menit, ngak usah lama-lama."
"Saraf kamu ya, jelas aja panas bisa hangus tanganku nanti"
"Nah, mas sama api lilin aja takut kepanasan, padahal api neraka itu panasnya jutaan kali lipat dari api lilin. Lha mas kok ngak takut dengan api neraka, malah takutnya sama api lilin yang kecil. Gimana sih, katanya wawasannya luas dan anak gaul, masa sama api lilin aja takut. Kiraain tadi mas sudah jadi orang sakti pamer maksiat, artinya kan nantangin api neraka.

Nah biar mikir tuh remaja yang suka pamer maksiat. Sudah maksiat dipamerin pakai bangga lagi.

Semoga kita, keluarga dan anak keturunan kita terhindar dari hal yang demikian. Amiiin.





voa-islam.com