Jumat, 20 Juni 2014
Soal Kasus HAM, Prabowo : Biar Rakyat Yang Menjawab
Prabowo tak mau mengomentari pernyataan mantan Panglima ABRI Jendral (Prun) Wiranto yang menyebut dia diberhentikan dari TNI karena terlibat kasus penculikan aktivis mahasiswa 1997/1998.
" Tidak ada komentar, biar rakyat nanti yang menjawab tanggal 9 Juli" kata Prabowo usai memaparkan misi dan misinya pada pelaku pasar modal di hotel Ritz-Carlton. Jumat (20/6/2014).
Prabowo menyatakan memasrahkan sepenuhnya nasibnya ketangan rakyat Indonesia pada pemilihan Presiden yang akam berlangsung 19 hari lagi. " Biar rakyat saja yang memilih" kata mantan Komandan Jendral Kopasus itu.
Sebelumnya, Wiranto yang bekas atasan Prabowo itu buka suara seputar bocornya dokumen Dewan Kerhomatan Perwira tanggal 21 Agustus 1998 yang berisi rekomendasi pemberhentian Letnan Jendral Prabowo Subianto dari TNI.
" Pemberhentian Prabowo dari Pangkostrad disebabkan adanya keterlibatan dia dalam penculikan saat dia menjabat Danjen Kopasus" kata Wiranto. Perbuatan Prabowo itu, ujar Wiranto melanggar Sapta Marga, sumpah prajurit, etika keprajuritan, dan beberapa pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pisdana (KUHAP).
"Dengan adanya fakta tersebut,istilah diberhentikan dengan hormat tidak perlu diperdebatkan lagi. Sejatinya masyarakat sudah bisa menilai. Saya tidak mau terjebak pada istilah karena perbedaan istilah tersebut sarat dengan kepentingan politik," kata Wiranto.
Meski demikian Wiranto menjelaskan, secara normatif apa yang dimasud pemberhentian dengan hormat pada seorang prajurit TNI. " Seorang prajuit TNI diberhentikan dengan hormat, bila yang bersangkutan habis masa jabatannya, meninggal dunia, sakit parah, cacat akibat operasi meliter,mengundurkan diri dari kedinasan dan disetujui atasan," kata dia.
Sementara pemberhentian tidak hormat, ujar Wiranto apabila prajurit tersebut melanggar sapta marga, melanggar sumpah prajurit,dan melanggar hukum, sehingga tidak pantas lagi menjadi prajurit.
vivanews.com
Mohon Do'anya Untuk Ibu Risma...
Aminkan do'a ini sahabatku ;
Semoga ibu Risma diberi kekuatan dan kemudahan dalam melaksanakan amar'maruf nahi mungkarnya menutup komplek Dolly.
Semoga yang masih berkubang maksiat didalamnya segera di beri kesadaran dan segera di beri jalan rezki yang sesuai tuntunannya.
Semoga Allah segera membimbing para pemimpin negeri ini kepada negeri yang sesuai ridhoMu ya Rabb. Amiiin.
Mimpi Presiden Yang Hafal Al-Qur'an
20-30 tahun akan datang, siapapun yang kelak Capres-Cawapresnya hafal Al-Qur'an, ngert dan, ngamalin, minimal cinta sama Al-Qur'an.
20-30 tahun yang akan datang, siapapun menteri yang dipilih, semua hafal Al-Qur'an, ngerti dan ngamalin, minimal cinta sama Al-Qur'an...
Yang hapal Al-Qur'an memang ga menjamin. Tapi setidaknya dream itu, saya punya.
20-30 tahun yang akan datang, siapapun menteri yang dipilih, semua hafal Al-Qur'an, ngerti dan ngamalin, minimal cinta sama Al-Qur'an...
Yang hapal Al-Qur'an memang ga menjamin. Tapi setidaknya dream itu, saya punya.
Bersih Hati Saat Memilih Dan Bersih Hati Saat Memimpin
" Kendalikan hati dan pikiran, jangan mudah terprovokasi dengan pemberitaan, baik melalui koran, televisi, radio, atau media sosial seperti twitter, facebook, BBM,SMS, WhatsApp, dan lainnya."
"Sebab banyak sekali berita-berita yang beredar berisi sesuatu yang tak benar dan sulit dibuktikan kebenarannya".
"Kalau tidak diverifikasi dan klarifikasi, bisa jadi isinya cuma fitnah dan adu domba"
"Jangan suka mengobral imformasi atau berita yang tidak baik, apa lagi menjelang pilpres ini, sebab pertanggung jawabannya berat, tidak hanya didunia, tapi juga diaherat,".
" Mari kita banyak beristighfar, koreksi diri, dan terus melakukan evaluasi,"
Semoga Allah segera memberi presiden yang terbaik untuk negri ini dan dapat mengakat drajat bangsa ini menjadi lebih baik lagi. Aminn.
Paduan Pilpres Beradab
" Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adilah, karena adil itu lebih dekat dengan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". (QS:Al-Maidah Ayat:8)
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu" (QS: AL-Hujarat:6)
"Hai orang-orang yang beriman, jauhkanlah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari kesalahan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain" (AL-Hujarat:12)
"Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prassangka buruk adalah sedusta-dustanya ucapan . Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara" (HR.AL-Bukhari dan Muslim)
Kamis, 19 Juni 2014
Fahri Hamzah Buat Tandingan Gambar Wimar Witoelar Asli VS Kampanye Hitam
"Ini perang gambar" kata Fahri saat dhubungi ,Kamis (19/6/2014). Fahri menyatakan gambar Galery of Rogues, kebangkitan Bad Guys merupakan wujud perang gambar dimasa kampanye pilpres 2014. Namun gambar dari Wimar Witoelar itu dinyatakannya penuh edit, sementara gambar tandingan dari Fahri yang berjudul " Aksi Kekalahan Tim Jokowi" lebih alamiah.
"Itu bukan edeting itu asli muka mereka sendiri, " ujar Fahri.
Fahri menuturkan, gambar tandingan yang dimunculkannya itu merupakan foto Jokowi saat debat kedua melawan Prabowo. Nampak lewat gambar itu, para penggawa tim sukses Jokowi-Jk menunjukan berbagai ekspresi kecewa melihat penampilan Jokowi dipanggung debat.
"Tolong bandingkan dengan muka tim suksesnya Jokowi saat debat terahir. Mukanya muka orang pucat semua,nutup muka, ada muka mesem, dan kecewa. Mereka lihat Jokowi bicara, mereka stres,panik, dan menunduk. " tutur Fahri menjelaskan gambarnya.
Dalam gambar itu tampak ekspresi muka para pendukung Jokowi, mereka adalah Anies Bawesdan, Luhut Panjaitan, Feryy Mursiydan Baldan, dan sebagainya.
suaranews.com
Wimar Witoelar, Contoh Intelektual Jokowi Yang Sudah Hina Islam
Foto yang diugah Wimar Witoelar disosial media, dengan komentar Gallery Of Rogues, Kebangkitan Bad Guys (Galeri Bajingan, kebangkitan orang jahat).
Sontak tindakan Wimar Wiyoelar itu memunculkan banyak komentar. Komentar protes karena foto itu menyertakan tokoh dan logo ormas Islam.
Misalnya Daliah Umar yang mempertanyakan keterlibatan AA Gym dan Muhamadiyah"bung Wimar Witoelar apa kesalahan Muhamadiyah dan AA Gym?
"Jangan2 dengan mengungkap gambar ini jadi malah memberi kesan ada calon yang anti umat dan ormas Islam, padahal sebenarnya tidak...."
Kemudian Moch Iqbal juga menyayangkan munculnya simbol-simbol ormas Islam dalam foto itu. "Pilpres ini menjebak kita dg menuduh seenaknya lawan politik. Semoga pak Wimar bs semakin bijak".
Mudzalifah Laily mempertanyakan pemuatan logo ormas Islam dalam foto tersebut. Apalagi logo tersebut disertakan dalam foto barisan Prabowo dengan latar belakang teroris.
"Wimar apa yang anda tulis menyakiti orang Muhamadiyah, kalau itu cara anda mendukung Jokowi, get lost," tulisnya.
Menanggapi komentar orang terkait foto yang ia unggah, Wimar tak banyak bicara. Malah dalam satu komentarnya, ia seakan lepas dari tanggung jawab. "Silahkan ribut sendiri" tulis dia.
suaranews.com
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)