Senin, 13 Januari 2014

Simpel

Simpel hidup ini sebenarnya. Yakni saat kita benar-benar bertuhan kepada Allah. Bukan bertuhan selain dengannya.
Hidup jadi sebaliknya, bisa ribet bin panjang,jika ahirnya tuhannya bukan Allah. Seorang sahabat saya yang pengusaha sharing kepada saya. Saya belajar dari beliau,180 proposal beliau tebar. Beliau datangi para pemilik modal, sebagian ada yang menerima kedatangan beliau tanpa folow up yang jelas. Sebagian lagi hanya membuatnya lelah dan letih.

Hingga ahirnya beliau mendatangi Allah.
Ia bawa proposal itu kepada Allah, ia minta ampun, udah banyak melalaikan shalat,jauh dari ngaji,ngak sedekah,doa, ngak pernah tahajut, dhuha.......dia minta ampun sama Allah, minta pertolongan Allah, minta ditunjukin jalan.
Alhamdulilah katanya,ahirnya beliau diketemuin sama rekan bisnis yang ahirnya perusahaan beliau berkembang sangat pesat. Ketika Saya ketemu dengan beliau, Subhanallah..., tidak bisa lagi beliau dibilang jadi pengusaha ecek-ecek.

Ia mengaku tidak meninggalkan kebiasaanya tuk bermujahadah,duduk menyepi dengan Allah, ngak tau hati ini tentram aja. Praktis ngak permintaan baru tentang dunia, semua cukup dah. Hanya saya ngak mau ninggalin kebiasaan lama saya dulu ketika hidup saya susah, kata sahabat saya. Kini saya udah diberi kelapangan dari Allah, masa saya ngak terus merapat dengan Allah.

Dari sahabat saya itu saya dapat pelajaran...., elo bro udah punya sebaik-baiknya pemodal dan pembuka jalan yaitu Allah...., datangin aja Allah.

Rabu, 08 Januari 2014

10 Perenungan Bersama

Koreksi diri,jujur diri, dan perbaiki. Insya Allah, kehidupan yang gelap akan kembali terang.

Mari kita sama-sama renungkan hal-hal berikut ini ;


  1. Merenungkan jangan-jangan kita sudah menjadi orang-orang yang mempersukutukan Allah.
  2. Merenungkan apakah diri kita pernah menyusahkan orang,atau malah gemar menyusahkan orang.
  3. Merenungkan adakah masalah antara kita dengan orang tua.
  4. Merenungkan apakah larangan zina sudah kita langgar.
  5. Merenungkan shalat kita dan kualitasnya.
  6. Merenungkan jangan-jangan kita termasuk orang-orang yang kufur nikmat, atau lupa diri.
  7. Merenungkan apakah kehidupan kita berbalut dengan rezeki haram.
  8. Merenungkan kekayaan kita,kesuksesan kita, kesenangan kita. Apakah kita kemudian berbagi, atau kita nikmati sendiri.
  9. Merenungkan apakah kita dekat dengan minum-minuman yang Allah haramkan.
  10. Merenungkan apakah judi menjadi bagian dari kehidupan kita atau tidak.
Yang mana bila salah satu urutan dosa diatas dilanggar, maka pasti akan membuat kita menjadi susah. Bila tidak di dunia ini, ya di aherat kelak. Kecuali mungkin dosa syirik, yang tidak dipungkiri menjadi urutan pertama tingkatan dosa, diatas dosa yang lain.

Koreksi diri (muhasabah), adalah sepenting ikhtiar perbaikan diri itu sendiri. Sedangkan tidak ada yang dinamakan perbaikan jika tidak tahu apa yang mesti diperbaiki.

Kaya Atau Miskin Itu Takdir Atau Pilihan???

Sekitar 5% penduduk dunia mengakangi 80% kekayaan dunia, apa itu kebetulan? apa itu takdir?
Banyak orang yang berpendapat bahwa kaya atau miskin itu adalah takdir, padahal ;


  • Pada dasarnya Dia hanya memberikan kekayaan dan kecukupan, Dia tidak pernah memberikan kemiskinanan.
  • Ketika kalah dalam perang , Nabi segera intropeksi diri dan mengoreksi timnya. Bukan mencari-cari alasan dan menyalahkan takdir. Kekalahan itu buah dari doa ,ibadah, dan ikhtiar manusia.
  • Demikian pula kemiskinan, itu buah dari doa,ibadah, dan ikhtiar manusia.
  • Jadi kaya atau miskin itu pilihan, bukan takdir.
Bicara soal takdir, rupa-rupanya takdirpun masih bisa diubah. Logikanya begini, Allah lah yang menetapkan takdir, nah sekiranya Dia mau, kira-kira Dia bisa mengubah takdir? yah pasti bisa! kan Dia Maha Berkehendak, Maha Berkuasa, pastilah Dia bisa mengubah segala sesuatu, termasuk takdir.
Dimana Dia dapat meneruskan ketetapan itu, mengubahnya atau menghapusnya.

Ringkasnya bila Dia telah berkenan, maka takdirpun masih bisa dirubah dengan trilogi doa,ibadah, dan ikhtiar, nah terjawablah sudah.

  • Berhentilah menyalah-nyalahkan nasib,takdir dan Allah.
  • Berhentilah menyalahkan kebijakan pemerintah,sistem pendidikan, latar belakang keluarga, atau siapapun.
  • Para pecundang mengangap orang lainlah yang bertanggung jawab atas kehidupannya.
  • Para pemenang  sebaliknya, dirinya sendirilah yang harus bertanggung jawab atas kehidupannya.
  • Anda adalah penanggung jawab atas kehidupan anda,termasuk atas kekayaan atau kemiskinan anda.


Senin, 06 Januari 2014

Kembali Mengakrabkan Diri dengan Al-Qur'an Dan Sunah

Bila kita tiada mau mengakrabkan diri dengan Al-Qur'an dan sunah serta tidak mau berpedoman pada keduanya, boleh jadi kita bagaikan berjalan tanpa arah dan tujuan. Atau berjalan dalam kegelapan tanpa pelita.

Wahai saudaraku, kesusahan yang terjadi, permasalahan yang muncul, boleh jadi sebab kita berjalan tanpa aturan-aturan yang Allah sudahh gariskan di dalam Al-Qur'an dan sunah. Kita pun tiada berkenan sungguh-sunggguh mempelajari tuntunan Allah dan rasul-Nya ini. Maka jadilah kehidupan kita tiada memiliki pedoman , tiada memliki tuntunan. Kita hidup tanpa arah, kita berjalan tanpa tujuan. Seringkali kita sudah merasa hidup benar, ngak tahunya malah kebelingger. Kita merasa sudah hidup lurus, ngak taunya bengkok. Kita merasa sudah mendapatkan kebahagiaan, ngak taunya malah penderitaan  yang sedang kita tanam.
Bukan dunia yang kita dapatkan, melainkan neraka. Beginilah bila kita tiada mau hidup dibawah petunjuk Al-Qur'an dan sunnah, tersesat.

Sedangkan kesusahan,penderitaan,permasalahan, sekalipun itu terjadi, bagi manusia yang tunduk,taat,patuh kepada Allah, maka sesungguhnya ia tidak akan merasakan hal tersebut sebagai kesusahan,penderitaan, dan permasalahan. Semuanya bakal ia kembalikan kepada pemilik kehidupan ini. Ia percaya bahwa Allah selalu berkehendak yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya. Ia  percaya bahwa Allah selalu memudahkan, bukan mempersulit. Dibalik setiap kejadian ,ia percaya , bahwa selalu ada masud Allah yang baik untuknya . Yang diperlukan hanyalah berbaik sangka kepada Allah, percaya, serta pasrah kepada-Nya.

Saya hendak mengajak kepada saudara semua untuk merenungi sedikit kehidupan yang sudah dilalui, terutama ketika kita bermasalah atau memiliki keinginan yang belum kesampaian. Sebab seringkali terjadi kita menyalahkan  orang lain( sebab dari luar diri), sebagai biang masalah kita, atau penyebab  keinginan kita menjadi belum tercapai. Jarang kita menggali penyebab masalah dari dalam diri kita sendiri.

Setelah mengoreksi kehidupan, satu hal  yang tidak kalah penting adalah berbaik sangka kepada Allah. Bukalah mata, niscaya kita akan mendapati bahwa rahmat Allah ada dikehidupan kita.


Semoga Allah mengampuni semua lelaku salah kita dimasa yang lampau. Semoga Dia berkenan melindungi kita dari keburukan jalan yang telah kita lalui, dan semoga Dia berkenan memberikan terus rahmat-Nya buat kita semua. 

Minggu, 05 Januari 2014

ISTIDRAJ

"Jika kamu melihat Allah sedang memberikan karunia-Nya berupa kesenangan dunia kepada seseorang, sedang orang tersebut masih saja berbuat kemaksiatan, maka ketahuilah , itulah yang dinamakan istidraj." {HR.Ahmad}


Apa yang dimasud dengan istidraj? Istidraj adalah penundaan hukuman atau bisa juga kebinasaan yang Allah kenakan secara berangsur-angsur sedang orang tersebut tidak menyadarinya. Sadar-sadar ia sudah dalam kondisi pingsan dan tidak punya apa-apa lagi!.

Marilah kita renungkan firman Allah Swt didalam surah Al- An'aam ayat 44;

"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, kamipun membukakan pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong , maka ketika itu mereka terdiam berputus asa."

Betul apa yang dikatakan Al-Qur'an,nafsu, dan setan, hanya menawarkan kehinaan, kedukaan, dan penderitaan.

" Setan menjajikan(menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." {QSAl-Baqarah;268}  

Setan senantiasa menampakan keindahan terhadap setiap kemungkaran yang kita kerjakan dan menjauhkan kita kepada Allah, ketika perbuatan dosa dilakukan; zina,berjudi, mabuk-mabukan, dsb- enak betul terasa. Semua perbuatan dosa mengalir lancar dan seakan kita berteriak;

Inilah dunia! nikmati apapun yang kita inginkan. Tak ada yang bisa melarang. Inilah dunia! kita bebas melakukan apa saja, tak akan ada siksa kubur, tak akan pernah ada hari ahir!

Tapi ketika mata dibelalakkan akan terjadinya segala kemungkinan yang akan terjadi, barulah binaran mata dan gemerlapnya perhiasan setan akan berubah menjadi jeritan yang sangat menyayat hati.

Sekali lagi, tidak ada kebahagiaan setelah kemaksiaatan terbuat. Semuanya hanya dijanjikan kenikmatan semu oleh setan, sekadar melayangkan indra kepada keindahan dunia yang ternyata hanya angan-angan belaka!

"ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan,perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di aherat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenagan yang menipu." {Qs. Al-Hadiid;20}

Kalau sudah muncul kesusahan dan kepelikan hidup sebab  hati yang busuk, benarlah lagi apa yang dikatakan Al-Qur'an , dan menjadi layak disebut kembali untuk menambah tadzkirah; ketika manusia tidak lagi menggunakan akal sehat dan hatinya, cendrung mengikuti nafsu, sombong dan serakah, maka dia bisa lebih rendah daripada binatang. Inilah rupanya yang jarang disadari oleh kebanyakan orang bila kesenangan tergenggam dan bila nafsu menjadi imam terdepan, bahwa lupa diri akan mengantarkan hilangnya kebebasan dan kehormatan.

Lupakan Allah,
Maka Dia pun akan melupakan kita
Segeralah mengingat Allah,
Dia-pun segera mengingat kita.

Minggu, 29 Desember 2013

SELAMAT TAHUN BARU 2014

Jika tahun baru tiba, aku akan mengurung diri dikamar seharian,semalaman. Aku selalu takut akan keramaian, sebab dalam keramaian, manusia menari-nari dalam ombak nilai paling permukaan. Aku selalu sunyi dalam keriuhan,karena dalam keramaian, manusia hanya sekilas-sekilas memandang satu sama lain. Keramaian adalah gembok amat rapat bagi ilmu pengetahuan dan kedalaman.

Pijakan kaki didataran terjal dari tahun ketahun dari tempatmu masing-masing,juga aku dari tempatku sendiri-sendiri , tempat yang maaf, telah kupilih sendiri.

Apa do'a yang kupilih? aku mohon agar Indonesia segera menemukan akal sehatnya, semoga proses anti pembodohan dibantu oleh para malaikat, semoga demokratisasi tidak terlalu tahayul, semoga para pemimpin Islam selamat dari atmosfer "shumunbukmun" serta semoga semua manusia dan kelompok-kelompok manusia dibimbing menemukan "kebenaran sejati",  dalam "Ilalah" yang sesungguh-sungguhnya.

Gusti Allah, kami adalah mahluk yang kau istemewakan, namun yang kami himpun adalah kebodohan. Tak sanggup kami temukan "Laa ilaaha", ketika berada dipasar, dikantor,ditoko-toko,dibiskop,dimana saja sehingga "Ilalah" kami kacau balau .

Gusti Allah, sampai hari inipun belum kami masuki surah Al-Ikhlas-MU, dalam kehidupan sehari hari , dalam politik, dalam kebudayaan,hukum, ekonomi, dan nurani.
Kami ini manusia pra-Ibrahim.

Dengan hati berdebar kumasuki 2014,  tahun "furqan", tahun dikotomi,tahun polarisasi ekstrem, antara kegelapan dan cahaya.

Perkenankanlah aku memasuki "dunia puisi" (telah bertemu dengan-Mu kah rahasia puisi Qur'an dibalik setiap hurufnya). Sebab buat sementara puisilah yang menjaga kejujuranku,obyektivitasku,kejernihan, dan kesejahtaraanku.

Sudah lama Rabiah melambai-lambaikan tangannya kepadaku, dan kujawab "sebentar" aku masih harus menukangi lautan jilbab dan keluarga sakinah untuk umat yang butuh harga diri.

Sudah lama Rumi menggoda goda lagu kangen jiwa terdalamku, namun kujawab "tunggu dulu" aku masih harus berkeliling keliling menemani umat yang kurang disantuni umara dan ulamanya!

Sudah lama Khalil Gibran (yang diahir hayatnya menyunggi Al_Quran diubun-ubunya namun tak pernah diberitahukan orang kepada kita) berkata , "untuk apa kau memprimodialkan diri untuk umat yang belum tentu sungguh-sungguh menerimamu?untuk apa hampir kau tumpahkan seluruh tahun tahun hidupmu,tenaga, dan pikiranmu.
Engkau sisihkan karier dan hak kehidupan pribadimu untuk umat yang tanpa kepemimpinan dan engkau tak mampu mengubah keadaan itu, untuk orang-orang yang manis didepanmu, tetapi bisa menikam  punggun dari belakangmu?"

Aku jawab, " tenanglah, Tuhan maha dalang, tersenyum dan tertawalah meskipun "rahasia sirrulah"  dalam dirimu tak dipahami orang sehingga engkau difitnah dan dikutuk=kutuk...."

Kini kuikuti kaki lelah Rasullulah dan tubuhnya yang terluka dan berdarah sepulang dari Thaif. Kini kuucapkan do'a sebagaimana puisi Sahadat kembali yang beliau lantunkan. Rasullulah menangis diantara shalat-shalat malamnya, mengapa aku hanya sesekali saja menangis kepada-Mu ya Allah? aku cemburu kepada rohani Muhamad idolaku.----------

----------- kuletakkan diriku dijalanan sesak,tempat puisi-puisi tak berkostom. Sebab tubuhnya telah dipenuhi cahaya nurani dirinya sendiri , Jalanan sesak oleh sahabat-sahabatmu yang engkau remehkan , yang engkau najiskan, yang engkau kafirkan, yang tidak fasih mengucapkan ayat, yang engkau sebut "abangan"  namun tidak bisa engkau jamin kaulitas keimanan iman mereka lebih rendah dari kemantapan dan pameran imanmu dalam formalisme-formalisme.

Engkau tak akan bisa membeli sikapku ini dengan uang berapun. Dengan air mata atau "backing" ayat-ayat yang nanti kusediakan diriku untuk berdebat denganmu tentang ayat-ayat itu, Mungkin kita akan saling kehilangan, dan jika kita ingin mengusir rasa kehilangan itu, mari kita selenggarakan perjanjian tunai .Perjanjian tunai antara kita semua penghuni "beranda" dan "halaman" masjid untuk berkata sesuatu,berbuat, menggugat, menuntut, dan mengontrol mereka mereka yang memimpin kita dari "kedalaman masjid" .

Atau barangkali,kita  sama sekali tidak merasa kehilangan, sehingga terbuktilah secara realistis, pergiku kejalanan kembali ini tak salah adanya. {Emha Ainun Nadjib}.


Dipenghujung Tahun ini kami keluarga besar PAGUYUBAN BANYU MATARAM, PT. BANYU MATARAM BARATAMA mengucapkan selamat tahun baru 2014, semoga ditahun depan setiap langkah kita dalam mengarungi samudra kehidupan selalu dalam keberkahan Tuhan... Amiin.



Sabtu, 28 Desember 2013

MENGUBAH HIDUP DAN MENINGGIKAN DERAJAT

Dan pada sebagian malam hari shalat tahajutlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu
Mudah-mudahan Tuhan-Mu  mengakat kamu ketempat yang terpuji { Qs. Al-Israa: 79}