Rabu, 24 September 2014
Senin, 22 September 2014
Pelepasan Jamaah Haji Kab. Balangan Kalsel 2014
Ya Allah sesungguhnya engkaulah teman dalam perjalanan dan Engkaulah penjaga kaum keluarga, harta benda, sahabat.
Ya Allah peliharalah hambamu ini dari keburukan dunia, dan kerusakannya. Engkau kurniakanlah kebaikan dan takwa dalam perjalanan mereka dan amalan -amalan yang engkau ridhai.
Hambamu ini akan datang menyambut panggilanMu dari negri yang jauh, dengan membawa dosa yang banyak dan amalan yang buruk. Oleh karena itu ya Allah kami mohonkan kepadamu sebagai orang yang sangat berhajat kepadaMu dan takut akan azabMu, supaya Engkau terima mereka dengan kelimpahan maafMu dan masukanlah mereka dalam kawasan surgaMu, Jannatun Naim,
Ya Allah kami bermohon supaya Engkau dekatkan dan permudahkanlah perjalan mereka, dan kurniakankah kepada mereka sepanjang perjalanan itu keselamatan badan,agama, harta dan benda. Sampaikanlah masud mereka untuk mengerjakan haji, dan makam nabiMu Muhammad SAW.
Ya Allah, dengan berkah melihat kaabahMu, yang penuh dengan kemuliaan, kebesaran, dan keagungan, dan kebaikan, maka lindungilah mereka dari kekufuran, kemiskinan, azab kubur dan sempit kuburan. Engkau tambahkanlah kurniaMu kepada mereka yang memuliakannya (Baitullah) dan membesarkannya dari kalangan yang mengerjakan haji dan umrah dengan kemulian, kebesaran, dan kebajikan.
Ya Allah Engkau terimalah semua doa dan amal mereka beribadah haji dan karuniakanlah kepada mereka pahala haji yang mabrur.
Ya Allah peliharalah mereka dari segenap pihak, dikanan mereka, dikiri mereka, dihadapan mereka, dibelakang mereka, diatas mereka, dibawah mereka, sehingga mereka sampai kembali kepada keluarga mereka dan negri mereka. Janganlah mereka Engkau jauhkan dari rahmatMu walaupun sekejab mata sekalipun.
Jumat, 19 September 2014
Lakon Nusantara " Bethara Antaga Jadi Ratu"
Kehidupan politik Nusantara diwarnai dengan kisah lakon " Togog dadi ratu". Keadaan ini lebih parah dari lakon " Petruk dadi ratu". Garis besar lakonnya yakni Tejomantri atau Togog menjadi raja dan jabatan patih dipegang oleh Saraita alis Mbilung. Togog dan Mbimlung merupakan punakawan atau pamomong bagi para "satria" dari kelompok kurawa. Namun Togog dan Mbilung terkesan sebagai " kawula alit" sehingga menarik simpatik rakyat. Disaat rakyat sedang krisis kepercayaan kepada raja dan para pemimpinnya. Penanpilan Togog dan Mbilung cukup memukau rakyat. Terutuma kesan " kawula alit" itu yang kemudian membuat rakyat kecil banyak yang jatuh hati untuk memilihnya menjadi raja. Dalam benak rakyat 'pokoke asal beda taste' . Togog dan Mbilung bukanlah tokoh penjahat, tapi keduanya juga bukanlah tipikal pemimpin, melainkan propil mentalitas wong-cilik yang anut grubyuk dan watun manut. Rakyatpun rupanya lupa bahwa diantara keduanya mempuyai karakter dan sifat kontradiktif, sehingga keduanya sering berselisih paham, dan sulit menemukan kekompakan diantara keduanya.
Seumpama Mbilung mengajak jalan keutara, sebaliknya Togog mengajak jalan keselatan. Togog berkata "ya" Mbilung berkata "tidak" . Meskipun sipat keduanya sangat konradiktif tetapi oleh situasi dan kondisi yang mem-vait a compli kedunya untuk menjadi pasangan sesaat menjadi ratu.
Togog dan Mbilung tidak berani berperang untuk menghentikan kejahatan yang dilakukan kelompok Kurawa, justru keduanya malah melawan kelompok yang baik-baik yakni Punakawannya para kesatria Pundawa; Semar, Gareng, Petruk, Bagong,. Keadaan negara akan semakin tidak menentu, rakyat semakin menderita. Setelah fase itu berlalu, barulah kemudian tampil sang Kesatria sejati sang penyelamat kerajaan.
Biarlah lakon ' Togog-Mbilung Dadi Ratu' akan menjadi pembelajaran berharga agar semuanya bisa berubah menjadi lebih baik.
Ki Sabda Langit
Senin, 15 September 2014
Langganan:
Postingan (Atom)















.jpg)