Rabu, 30 Oktober 2013
Syeikh Maulana Jumaidil Kubra
Menurut The History of Java yang mencatat kisah-kisah legenda Gresik menyebutkan Syeikh Maulana Jumaidil Kubra adalah seorang pembimbing wali yang pertama. Raden Rahmat yang kelak menjadi sunan Ampel, pertama-tama datang dari Champa ke Palembang, dan kemudian meneruskan perjalanannya ke Majapahit. Mula-mula Raden Rahmat ke Gresik,dan mengunjungi seorang ahli ibadah yang tinggal digunung Jali, bernama Syeikh Maulana Jumadil Kubra. Sheikh Maulana Jumadil Kubra kemudian menyatakan bahwa kedatangannya sudah diramalkan oleh nabi. Bahwa keruntuhan agama kafir telah dekat. Dan Raden Rahmat dipilih untuk mendakwahkan ajaran Islam di pelabuhan timur pulau Jawa.
Sheikh Juamadil Kubra adalah saudara sepupu Sunan Ampel yang hidup sebagai pertapa disebuah hutan di dekat Gresik.
Keberadaan Syeikh Jumadil Kubra sebagai pertapa, didapati pula dalam cerita tutur bersipat legendaris yang tersebar disekitar lereng gunung merapi diutara Jogyakarta. Dalam cerita ini Syeikh Jumadil Kubra diyakini sebagai wali tertua dari Majapahit,yang hidup bertapa dilereng gunung merapi. Syeikh Jumadil Kubra juga diyakini sebagai penasehat Sultan Agung.
Sementara itu menurut tradisi para sayyid asal Hadramaut yang datang ke Indonesia pada ahir abad-ke 18, Para wali termasuk Syeikh Jumadil Kubra yang meng Islamkan Jawa dan wilayah-wilayah lain di Asia Tenggara adalah keturunan Sayyid. Tokoh yang dianggap sebagai leluhur mereka itu bernama Jamaludin Husain al-Akbar.
Didalam kronika Banten, Syeikh Jumadil Kubra digambarkan sebagai seorang nenek moyang Sunan Gunung Jati. Dikisahkan bahwa salah seorang putra Syaikh Jumadil Kubra yang bernama Ali Nurul Alam tinggal diMesir. Ali Nurul Alam berputra Syarif Hidayahtulah kelak menjadi Sunan Gunung Jati. Sementara itu menurut babad tanah Tjirebon, tokoh Syeikh Jumadil Kubra dianggap sebagai leluhur Sunan Gunung Jati,dan wali-wali lain seperti Sunan Bonang, Sunan Ampel, dan Sunan Kalijaga.
Sedangkan menurut kronika Gresik, Syeikh Jumail Kubra memiliki hubungan darah dengan Sunan Ampel dan tinggal di Gresik. Putra Syeikh Jumadil Kubra yang bernama Maulana Ishaq dikirim ke Blambangan untuk melakukan Islaminasi disana. Maulana Ishaq adalah ayah dari Sunan Giri. Jadi Syeikh Jumadil Kubra menurut versi ini adalah kakak dari Sunan Giri.
Manakah kisah yang lebih autentik antara sumber-sumber babad lokal dengan cerita tradisi yang disampaikan para Sayyid.
Sesuai dengan kisah keberadaannya yang simpang siur dalam banyak versi, makamnya juga juga diyakini berada diberbagai tempat. Ada yang menyakini kalau makam beliau berada dibukit Bergota Semarang. Masyarakat setempat menyakini kalau makam tua yang terletak diantara tambak dan daerah Terbaya, adalah makam Syeikh Jumadil Kubra.
Didaerah lereng gunung Merapi tepatnya di desa Turgu dikaki gunung Kawastu, terdapat makam keramat yang diyakini sebagai makam Syaikh Jumadil Kubra. Dan, satu-satunya makam yang diyakini umum kuburan Syaikh Jumadil Kubra adalah yang terletak dikompleks makam Tralaya di kabupaten Mojokerto.
Rabu, 23 Oktober 2013
Keyakinan Jawa- Suriname
Ini adalah catatan yang membuat saya tersentak akan sesuatu yang belum saya lihat di Jawa dan Indonesia. Beberapa waktu lalu saya kunjungan kebeberapa kelompok javanisme di Suriname. Tak hentinya saya bersyukur, karena disanalah saya temukan "permata" yang hilang. Dimana ada beberapa fenomena yang maasih benar-benar asli dan belum tersentuh oleh sumber-sumber selain adat Jawa yang sesungguhnya. Baik itu berupa ajaran Jawa, benda-benda pusaka, dan tata kehidupan nenek moyang' Wong Jowo' yang telah lama hilang jejaknya.
Pewaris kebudayaan Suriname masih sangatlah eksis,tidak sedikit mereka teramat bangga menyandang atribut-atribut budaya Jawa termasuk nama anak cucunya seperti Sukamto, Paimin, Kaminah, dll. Baju sorjan, baju beskap, balangkon, gamelan, juga merupakan simbol-simbol bahwa masyarakat Suriname terus ingin menunjukan jati dirinya sebagai wong Jawa.
Berkembangnya beberapa perkumpulan dari leluhur masyarakat Jawa Suriname, seperti Sunar Ing Mulyo Sejati, Kasedhan Jati, Pernatan Adat Jawa, kelompok Javanologi,Sapto Dharmo, Sanggar Pambekti Kasokman, Kajawan, dan lain-lain. Sungguh merupakan fenomena yang mengharukan, manakala kita sudah sedikit sekali peduli akan pelestarian budaya Jawa, sedangkan yang sangat jauh disana betul-betul berusaha semaksimal mungkin melestarikan ajaran-ajaran dan budaya Jawa. Dari sekian kelompok ada yang memiliki anggota puluhan orang bahkan ada yang sampai ribuan orang yang seakan-akan selalu siap mengabdi pada lestarinya budaya Jawa. Meskipun kadang karena fanatisme dapat menimbulkan perbedaan pendapat antar kelompok.
Namun ini merupakan bukti bahwa masyarakat Jawa Suriname memegang teguh ajaran Jawa. Disisi lain kelompok yang tidak sependapat menganggap sebagai sebuah agama baru yang disebut agama Jawa. Padahal jika ditelusuri lebih jauh hal ini disebabkan oleh terputusnya tali penghubung antara laku dengan ngilmu/ajaran, ngilmu dengan kaweruh, dan kaweruh dengan hakekat kasampurnaan. Karena bagaimanapun itu merupakan perwujudan manembah maring gusti kanti ageman sejati.
Ada yang menarik dan sangat dominan di kelompok Suriname, dimana sebagian besar kelompok tersebut membina,mengajarkan, dan menyakini akan lahirnya Satrio Sejati.Ciri has orang Jawa adalah gemar menjalankan laku prihatin, dalam pencarian jati diri dalam mengenal diri sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Agung. Manusia sebenarnya sudah memiliki identitas kodrat yang kita sebut dengan nama panggilan, identitas lahiriyah berupa sidik jari, susunan gigi,rentina mata. Sedangkan rekaman hidup merupakan pembawa identitas batiniyah. Identitas itulah sebagai kode kodrat jalan kehidupan manusia dari sebelum dilahirkan hingga ahir zaman. Dalam perjalanan kehidupan manusia harus mengerti dan menjalani urip sejati sak jatining urip. Melalui proses pengabdian kepada sang pencipta dengan manembah rogo, manembah roso, manembah cipto. Melalui tahapan itulah maka keyakinan kelahiran satrio sejati akan terwujud. Sungguh naif jika kita memahami satriyo sejati adalah seseoran yang sakti. Dengan kesaktian dan kelebihannya tiba-tiba merubah tatanan kehidupan. Satriyo sejati tidak memandang gender, suku, agama, ras, golongan. Satriyo Sejati bisa laki-laki, bisa juga perempuan, bisa rakyat jelata, tua atau muda, pemimpin ataupun yang dipimpin dan siapa saja.Tatanan kehidupan tidak bisa dirubah dalam sekejap. Lewat lahirnya satriyo-satriyo itulah menjadi titik balik peradaban. Jika satu diantara seratus penduduk bumi adalah Satrio sejati, maka akan ada Satrio Sejati yang akan siap menunutun akan hakekat kehidupan yang lebih baik. Meramal kedatangan Satriyo sejati adalah bagai mencari tulang tampa isi. Terlebih lagi yang mengaku ngaku sebagai striyo piningit. Satriyo Sejati itu sudah ada pada diri kita. Manusia diciptakan sebagai khalifah/pemimpin dimuka bumi. Setiap diri harus mampu memimpin dirinya masing-masing. Sehingga jelas akan mudah membawa kaumnya kejalan yang benar dan tatanan kehidupan yang baik.Kedudukan tidak semestinya diperebutkan.. Satriyo Sejati hanya mengenal Fastabikul khoirat, berprilaku rill lebih banyak berbuat dari pada berbicara.
Adam adalah khalifah pertama dimuka bumi. Ketaatan. Adam adalah sebagai perwujudan manembah kepada sang pencipta. Implementasinya dengan kunci sirulah,dzaullah, sipatulah, menjadi sumber ajaran Suriname. Pemahaman tentang bopo Adam, ibu Hawa adalah hakekat kembalinya pangabekti kepada pendahulu dan hakikat kekhalifahan manusia dimuka bumi. Nenek moyang merupakan ibu ibunya kita dimuka bumi, maka ujungnya adalah ajaran Adam Hawa, bahwa ibu saya adalah Hawa bapak saya adalah Adam.
Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mewujudkan Satriyo Sejati. Ajaran Jawa Suriname meskinya dilengkapi dengan kunci selanjutnya. Dimana sirulah, Dzatullah,sipatullah, harus dilengkapi dengan kunci Muhamad sebagai kunci pembuka nur Muhamad. Sedangkan para nabi yang lain adalah penyambung. Yang membawa konsep maujudnya. Pada dasarnya sumber dari segala ajaran adalah bapak Adam ibu Hawa. Muhamad adalah Rasul penyempurna dari dari Nabi-Nabi sebelumnya. Dan satu-satunya pemberi safaat diahir zaman.
Di perkumpulan Banyu Mataram telah diajarkan tentang tahapan dan alur dari pemahaman/pameling/kaweruh tentang ajaran Satriyo Sejati dengan menyibak rahasia porbo waseso sehingga menduduki tahapan kasampurnan sebagai Asmo Sejati. Dalam bagan akan tampak perjalanan laku kehidupan manusia, dimana jalan sebelah kiri adalah koridor Jin,setan,Iblis, sedangkan jalan alur sebelah kanan adalah jalan kodratullah Insyaalah akan selalu mendapat ridho Allah SWT.
Jika Negara ini telah banyak Satriyo Sejatinnya maka itulah disebut Negara/bangsa yang telah memayu hayuning bawono.
Catatan Dari Bpk.Sriyono
Pembimbing Ponco Moyo Banyu Mataram dan pemerhati budaya dan kebatinan Jawa
Pewaris kebudayaan Suriname masih sangatlah eksis,tidak sedikit mereka teramat bangga menyandang atribut-atribut budaya Jawa termasuk nama anak cucunya seperti Sukamto, Paimin, Kaminah, dll. Baju sorjan, baju beskap, balangkon, gamelan, juga merupakan simbol-simbol bahwa masyarakat Suriname terus ingin menunjukan jati dirinya sebagai wong Jawa.
Berkembangnya beberapa perkumpulan dari leluhur masyarakat Jawa Suriname, seperti Sunar Ing Mulyo Sejati, Kasedhan Jati, Pernatan Adat Jawa, kelompok Javanologi,Sapto Dharmo, Sanggar Pambekti Kasokman, Kajawan, dan lain-lain. Sungguh merupakan fenomena yang mengharukan, manakala kita sudah sedikit sekali peduli akan pelestarian budaya Jawa, sedangkan yang sangat jauh disana betul-betul berusaha semaksimal mungkin melestarikan ajaran-ajaran dan budaya Jawa. Dari sekian kelompok ada yang memiliki anggota puluhan orang bahkan ada yang sampai ribuan orang yang seakan-akan selalu siap mengabdi pada lestarinya budaya Jawa. Meskipun kadang karena fanatisme dapat menimbulkan perbedaan pendapat antar kelompok.
Namun ini merupakan bukti bahwa masyarakat Jawa Suriname memegang teguh ajaran Jawa. Disisi lain kelompok yang tidak sependapat menganggap sebagai sebuah agama baru yang disebut agama Jawa. Padahal jika ditelusuri lebih jauh hal ini disebabkan oleh terputusnya tali penghubung antara laku dengan ngilmu/ajaran, ngilmu dengan kaweruh, dan kaweruh dengan hakekat kasampurnaan. Karena bagaimanapun itu merupakan perwujudan manembah maring gusti kanti ageman sejati.
Ada yang menarik dan sangat dominan di kelompok Suriname, dimana sebagian besar kelompok tersebut membina,mengajarkan, dan menyakini akan lahirnya Satrio Sejati.Ciri has orang Jawa adalah gemar menjalankan laku prihatin, dalam pencarian jati diri dalam mengenal diri sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Agung. Manusia sebenarnya sudah memiliki identitas kodrat yang kita sebut dengan nama panggilan, identitas lahiriyah berupa sidik jari, susunan gigi,rentina mata. Sedangkan rekaman hidup merupakan pembawa identitas batiniyah. Identitas itulah sebagai kode kodrat jalan kehidupan manusia dari sebelum dilahirkan hingga ahir zaman. Dalam perjalanan kehidupan manusia harus mengerti dan menjalani urip sejati sak jatining urip. Melalui proses pengabdian kepada sang pencipta dengan manembah rogo, manembah roso, manembah cipto. Melalui tahapan itulah maka keyakinan kelahiran satrio sejati akan terwujud. Sungguh naif jika kita memahami satriyo sejati adalah seseoran yang sakti. Dengan kesaktian dan kelebihannya tiba-tiba merubah tatanan kehidupan. Satriyo sejati tidak memandang gender, suku, agama, ras, golongan. Satriyo Sejati bisa laki-laki, bisa juga perempuan, bisa rakyat jelata, tua atau muda, pemimpin ataupun yang dipimpin dan siapa saja.Tatanan kehidupan tidak bisa dirubah dalam sekejap. Lewat lahirnya satriyo-satriyo itulah menjadi titik balik peradaban. Jika satu diantara seratus penduduk bumi adalah Satrio sejati, maka akan ada Satrio Sejati yang akan siap menunutun akan hakekat kehidupan yang lebih baik. Meramal kedatangan Satriyo sejati adalah bagai mencari tulang tampa isi. Terlebih lagi yang mengaku ngaku sebagai striyo piningit. Satriyo Sejati itu sudah ada pada diri kita. Manusia diciptakan sebagai khalifah/pemimpin dimuka bumi. Setiap diri harus mampu memimpin dirinya masing-masing. Sehingga jelas akan mudah membawa kaumnya kejalan yang benar dan tatanan kehidupan yang baik.Kedudukan tidak semestinya diperebutkan.. Satriyo Sejati hanya mengenal Fastabikul khoirat, berprilaku rill lebih banyak berbuat dari pada berbicara.
Adam adalah khalifah pertama dimuka bumi. Ketaatan. Adam adalah sebagai perwujudan manembah kepada sang pencipta. Implementasinya dengan kunci sirulah,dzaullah, sipatulah, menjadi sumber ajaran Suriname. Pemahaman tentang bopo Adam, ibu Hawa adalah hakekat kembalinya pangabekti kepada pendahulu dan hakikat kekhalifahan manusia dimuka bumi. Nenek moyang merupakan ibu ibunya kita dimuka bumi, maka ujungnya adalah ajaran Adam Hawa, bahwa ibu saya adalah Hawa bapak saya adalah Adam.
Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mewujudkan Satriyo Sejati. Ajaran Jawa Suriname meskinya dilengkapi dengan kunci selanjutnya. Dimana sirulah, Dzatullah,sipatullah, harus dilengkapi dengan kunci Muhamad sebagai kunci pembuka nur Muhamad. Sedangkan para nabi yang lain adalah penyambung. Yang membawa konsep maujudnya. Pada dasarnya sumber dari segala ajaran adalah bapak Adam ibu Hawa. Muhamad adalah Rasul penyempurna dari dari Nabi-Nabi sebelumnya. Dan satu-satunya pemberi safaat diahir zaman.
Di perkumpulan Banyu Mataram telah diajarkan tentang tahapan dan alur dari pemahaman/pameling/kaweruh tentang ajaran Satriyo Sejati dengan menyibak rahasia porbo waseso sehingga menduduki tahapan kasampurnan sebagai Asmo Sejati. Dalam bagan akan tampak perjalanan laku kehidupan manusia, dimana jalan sebelah kiri adalah koridor Jin,setan,Iblis, sedangkan jalan alur sebelah kanan adalah jalan kodratullah Insyaalah akan selalu mendapat ridho Allah SWT.
Jika Negara ini telah banyak Satriyo Sejatinnya maka itulah disebut Negara/bangsa yang telah memayu hayuning bawono.
Catatan Dari Bpk.Sriyono
Pembimbing Ponco Moyo Banyu Mataram dan pemerhati budaya dan kebatinan Jawa
Minggu, 20 Oktober 2013
Perjalanan Kemasjid Sheikh Zayed
Dari Al Ruwais perjalanan menuju masjid Agung Seikh Zayed Grand di Abu Dhabi, ibu kota Emirat Arab ditempuh dalam waktu dua jam. Al Ruwais sendiri merupakan kawasan industri yang letaknya dua jam dari perbatasan Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia. Disepanjang jalan, deretan pohon kurma dan gurun pasir menghampar , diselingi beberapa ADNOC gas station atau tempat pengisian bahan bakar. Mendekati perkotaan, barulah bangunan-bangunan tinggi menyapa kami.
Di kejauhan, kubah berlapis emas sangat menarik perhatian, apalagi kubah-kubah itu diterpa sinar matahari, memantulkan cahaya menyilaukan bagi pengguna jalan di sekitar masjid.
MEGAH DAN INDAH
Gapura yang menyambut kedatangan pengunjung terlihat tanpa penjaga. Kami langsung memasuki area pakir yang luas dan bernaung puluhan pohon kurma. Masjid indah ini sudah mencuri perhatian siapapun sejak pendangan pertama Di kelilingi rerumputan dan taman berhias bunga aneka warna, Sheikh Zayed Grand Mosque seolah membuat kita terlupa bahwa kita sekarang berada dikawasan padang pasir. Ditambah lagi keberadaan air mancur yang bergemericik, semakin menambah sejuk suasana. Masjid jauh dari hingar bingar pedagang kaki lima. Abu Dhabi memang sangat mengutamakan kerapian. Para pedagang tidak detempatkan disembarang tempat. Alhasil tidak ditemui seorang pun pedagang kaki lima, meski sekedar menjajakan air minum, disetiap jalan utama negri ini.Beberapa langkah menuju pelataran masjid terlihat tiga penjaga, seorang diantara mereka kemudian menuturkan peraturan yang harus dipatuhi oleh pengunjung. Petugas hanya bertugas mengawasi dari luar masjid dan menunjukan pintu masuk buat laki-laki dan perempuan, termasuk mengarahkan turis terutama perempuan untuk memakai kebaya atau jubah yang sudah disediakan. Masjid ini terbuka bagi siapa saja baik muslim maupun non muslim dari berbagai negara. Hanya saja, pengunjung perempuan harus mengenakan pakaian sopan (jubah/kebaya) dan berkerudung. Sebagai peninggalan pendiri sekaligus presiden pertama Emirat Arab Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan (1918-2004), masjid megah ini menggambarkan visi sang Presiden. Baginya manusia yang beragam latar belakang,agama, ras,tradisi, dan sebagainya, dapat hidup harmonis dengan toleransi, saling menghargai dan menghormati ini sesuai dengan ajaran nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. Dan masjid ini diharapkan menjadi pusat pengetahuan dan kebudayaan yang menyongkong keuniversalan Islam.
Melangkah lebih jauh, semakin semakin terlihatlah keanggunan masjid yang berarsitektur perpaduan Mughlal(Pakistan,India,Bangldesh) dan Mooris (Maroko) ini. Lantai marmer berwarna hijau dan berhias batu semi mulia, tersusun indah membentuk bunga-bunga. Sedangkan dalam ruang utama masjid yang mampu menampung 40 ribu orang, terhampar karpet yang disebut sebagai karpet terluas didunia. Karpet buatan tangan ini dikerjakan oleh 1.200 orang pengrajin karpet di Iran. Decak kagum juga tak hanya sampai, disitu, jika kita menengadah keatas terdapat sebuah lampu gantung kristal terbesar di dunia. Lampu tersebut semakin mewah karena berhias swaovski dan emas 24 karat, menyamai cahaya membias penuh pesona. Pantaslah jika Sheikh Zayed Grand Mosque dikatakan sebagai masjid terindah kelima di dunia. Dengan luas sebesar lima kali lapangan sepak bola, masjid ini memiliki empat menara setinggi 350 meter dan 82 kubah beragam ukuran. Sebuah perpustakaan pun tersedia disini. Koleksi buku meliputi berbagai disiplin ilmu,seperti peradaban kaligrafi, seni, serta buku-buku klasik berusia ratusan tahun, dan dalam beragam bahasa, yaitu Arab,Inggris,Prancis,Italia,Spanyol,Jerman,bahkan bahasa Korea.
KESEPIAN
Berada dalam masjid, saya sangat merasakan kenyamanan dalam beribadah. Sepertinya masjid ini memang didesain agar jamaah bisa shalat dan berdoa dengan khusyuk. Namun, seiring berjalannya waktu dan sesuai dengan tujuan pemerintah menjadikan Emirat Arab sebagai tujuan wisata, masjid ini menjelma menjadi bangunan multi pungsi, yaitu sebagai tempat beribadah dan objek wisata. Semua orang dari berbagai negara dan beragam agama bisa memanjakan matanya dengan kemegahan keindahan Sheikh Zayed Grand Mosque, yang bahkan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Letaknya pun mudah dijangkau, hanya kurang lebih 30 menit berkendara dari bandara Abu Dhabi.
Ditengah megahnya bangunan masjidnya yang memunculkan kekaguman, terselip rasa pilu dalam hati, sudah beberapa kali saya mengunjungi masjid ini pada waktu-waktu shalat, tapi selalu saja saya menemukan masjid ini lengang. Seakan-akan masjid megah ini kesepian karena ditinggal jemaahnya. Sayapun teringat dengan tanda-tanda kiamat, diantaranya padang pasir akan menjadi rumput dan masjid-masjid dibangun dengan dengan megah tapi sepi dari orang-orang yang mendirikan shalat. Dan tanda-tanda itu kini hadir dihadapan saya.
Di kejauhan, kubah berlapis emas sangat menarik perhatian, apalagi kubah-kubah itu diterpa sinar matahari, memantulkan cahaya menyilaukan bagi pengguna jalan di sekitar masjid.
MEGAH DAN INDAH
Gapura yang menyambut kedatangan pengunjung terlihat tanpa penjaga. Kami langsung memasuki area pakir yang luas dan bernaung puluhan pohon kurma. Masjid indah ini sudah mencuri perhatian siapapun sejak pendangan pertama Di kelilingi rerumputan dan taman berhias bunga aneka warna, Sheikh Zayed Grand Mosque seolah membuat kita terlupa bahwa kita sekarang berada dikawasan padang pasir. Ditambah lagi keberadaan air mancur yang bergemericik, semakin menambah sejuk suasana. Masjid jauh dari hingar bingar pedagang kaki lima. Abu Dhabi memang sangat mengutamakan kerapian. Para pedagang tidak detempatkan disembarang tempat. Alhasil tidak ditemui seorang pun pedagang kaki lima, meski sekedar menjajakan air minum, disetiap jalan utama negri ini.Beberapa langkah menuju pelataran masjid terlihat tiga penjaga, seorang diantara mereka kemudian menuturkan peraturan yang harus dipatuhi oleh pengunjung. Petugas hanya bertugas mengawasi dari luar masjid dan menunjukan pintu masuk buat laki-laki dan perempuan, termasuk mengarahkan turis terutama perempuan untuk memakai kebaya atau jubah yang sudah disediakan. Masjid ini terbuka bagi siapa saja baik muslim maupun non muslim dari berbagai negara. Hanya saja, pengunjung perempuan harus mengenakan pakaian sopan (jubah/kebaya) dan berkerudung. Sebagai peninggalan pendiri sekaligus presiden pertama Emirat Arab Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan (1918-2004), masjid megah ini menggambarkan visi sang Presiden. Baginya manusia yang beragam latar belakang,agama, ras,tradisi, dan sebagainya, dapat hidup harmonis dengan toleransi, saling menghargai dan menghormati ini sesuai dengan ajaran nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. Dan masjid ini diharapkan menjadi pusat pengetahuan dan kebudayaan yang menyongkong keuniversalan Islam.
Melangkah lebih jauh, semakin semakin terlihatlah keanggunan masjid yang berarsitektur perpaduan Mughlal(Pakistan,India,Bangldesh) dan Mooris (Maroko) ini. Lantai marmer berwarna hijau dan berhias batu semi mulia, tersusun indah membentuk bunga-bunga. Sedangkan dalam ruang utama masjid yang mampu menampung 40 ribu orang, terhampar karpet yang disebut sebagai karpet terluas didunia. Karpet buatan tangan ini dikerjakan oleh 1.200 orang pengrajin karpet di Iran. Decak kagum juga tak hanya sampai, disitu, jika kita menengadah keatas terdapat sebuah lampu gantung kristal terbesar di dunia. Lampu tersebut semakin mewah karena berhias swaovski dan emas 24 karat, menyamai cahaya membias penuh pesona. Pantaslah jika Sheikh Zayed Grand Mosque dikatakan sebagai masjid terindah kelima di dunia. Dengan luas sebesar lima kali lapangan sepak bola, masjid ini memiliki empat menara setinggi 350 meter dan 82 kubah beragam ukuran. Sebuah perpustakaan pun tersedia disini. Koleksi buku meliputi berbagai disiplin ilmu,seperti peradaban kaligrafi, seni, serta buku-buku klasik berusia ratusan tahun, dan dalam beragam bahasa, yaitu Arab,Inggris,Prancis,Italia,Spanyol,Jerman,bahkan bahasa Korea.
KESEPIAN
Berada dalam masjid, saya sangat merasakan kenyamanan dalam beribadah. Sepertinya masjid ini memang didesain agar jamaah bisa shalat dan berdoa dengan khusyuk. Namun, seiring berjalannya waktu dan sesuai dengan tujuan pemerintah menjadikan Emirat Arab sebagai tujuan wisata, masjid ini menjelma menjadi bangunan multi pungsi, yaitu sebagai tempat beribadah dan objek wisata. Semua orang dari berbagai negara dan beragam agama bisa memanjakan matanya dengan kemegahan keindahan Sheikh Zayed Grand Mosque, yang bahkan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Letaknya pun mudah dijangkau, hanya kurang lebih 30 menit berkendara dari bandara Abu Dhabi.
Ditengah megahnya bangunan masjidnya yang memunculkan kekaguman, terselip rasa pilu dalam hati, sudah beberapa kali saya mengunjungi masjid ini pada waktu-waktu shalat, tapi selalu saja saya menemukan masjid ini lengang. Seakan-akan masjid megah ini kesepian karena ditinggal jemaahnya. Sayapun teringat dengan tanda-tanda kiamat, diantaranya padang pasir akan menjadi rumput dan masjid-masjid dibangun dengan dengan megah tapi sepi dari orang-orang yang mendirikan shalat. Dan tanda-tanda itu kini hadir dihadapan saya.
Kamis, 17 Oktober 2013
Gaib, Antara Mitos dan Wahyu
Bukan untuk jadi takut, mengkaji
alam gaib
dengan benar, justru berhikmah
tumbuhnya izzah dan keberanian.
Alam raya ,ini memang maha luas. Melihatnya secara pisik saja sudah mengundang decak kagum. Semakin takjub kita ketiga menyadari alam ini ternyata jauh lebih luas dari apa yang bisa kita indra. Kehadiranya tak kasat mata, tapi eksistensinya nyata, ialah alam gaib.
CIRI KETAKWAAN
Abdulah bin Mas'ud ra, mengartikan "gaib" sebagai sesuatu yang Allah ceritakan didalam Al-Qur'an dan sunah. Namun sesuatu itu tak dapat ditangkap oleh panca indra manusia yang sangat terbatas, karena itu Allah memandu manusia untuk memahami hal gaib itu melalui Al-Qur'an dan Al-Hadits, dan tidak ada yang patut diimani dari alam gaib kecuali yang diterangkan oleh keduanya. Al-Qur'an juga menegaskan bahwa keyakinan pada gaib adalah ciri pertama ketakwaan. Sebagaimana tercantum di awal surat Al-Baqarah ; "kitab(al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib,melaksanakan shalat, menginfakan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka," (QS Al-Baqarah (2):2-3).
Ruang lingkup alam gaib itu juga cukup luas. Hal-hal gaib yang harus diimani oleh seorang Muslim adalah yang tercantum dalam rukun iman gaib mencangkup pemahaman tentang Tuhan, malaikat, hari kiamat, dan takdir manusia yang melingkupi rezeki,jodoh, dan ajal. Bagaimana dengan fenomena gaib yang sering terjadi dimasyarakat akibat ganguan jin? mengapa jin tidak termasuk dalam rukun iman? karena percaya kepada adanya jin adalah bagian dari keimanan kita kepada kitab Allah.
MELURUSKAN PEMAHAMAN
Selain pada prilaku kesalahpahaman masyarakat tentang mahluk gaib sudah terjadi di level pemahaman, khususnya kerancuan pengertiaan tentang jin,setan, dan iblis. Kebanyakan orang menganggap bahwa setan adalah mahluk yang menjelma sebagai hantu, kuntilanak, tuyul, dan lain-lain. Padahal setan merupakan sebuah karakter, sipat. Setan adalah sipat pembangkangan kepada perintah Allah-yang dapat dilakukan jin dan manusia. Seperti yang tercantum dalam surah Al-An'am ayat 112, "Dan demikianlah kami ciptakan musuh dari para nabi yaitu setan dari manusia,dan setan dari kalangan jin".
Sedangkan jin adalah mahluk Allah yang diciptakan dari api. Seperti manusia iapun punya kewajiban beribadah kepada Allah dengan caranya sendiri. Sebagian dari mereka Muslim sebagian kafir, jin Muslim tidak mengangu manusia. Bila ada manusia yang diganggu jin, bisa dipastikan jin itu kafir atau munafik. Jin kafir suka menipu manusia dengan menjelma menjadi sosok mahluk halus. Mengenai iblis penjelasannya cukup rinci dalam surat Al-Kahfi aya 50; "Ia adalah golongan jin yang menolak sujud pada Adam as". Iblis hanya satu dan Ia berumur panjang hingga hari kiamat. Ada juga mahluk gaib yang disebut qarin, yaitu jin yang selalalu menyertai seseorang dan ada pada setiap manusia termasuk Rasululah. Qarin bukan jin pelindung manusia, ia selalu membisikan keburukan, kecuali qarin yang menyertai Rasululah.
Rasullulah bersabda; Tidak seorangpun dari kalian kecuali telah diwakilkan kepada qarin-nya dari jin. Sahabat bertanya, juga kepada engkau wahai Rusullulah? beliau menjawab juga kepadaku. Namun Allah membantuku, sehingga qarinKu masuk Islam (HR Muslim).
Saat sebagian manusia asik menistakan diri dengan menjadi sekutu jin, kita lupa sebenarnya ada mahluk gaib yang senantiasa membantu manusia yaitu malaikat kerap kali mengamini doa manusia bahkan mendoakan manusia bila melakukan amal kebaikan tertentu. Malaikat adalah mahluk yang mulia karena selalu taat kepada Allah. Karenanya dido'akan malaikat adalah suatu keutamaan yang luar biasa. Tapi bisakah kita berinteraksi dengan malaikat? itu tidak bisa dilakukan dan tidak perlu. Mallaikat hanya mengerjakan apa yang diperintahkan Allah tidak lebih tidak kurang. Beriteraksi dengan malaikat juga tidak pernah dicontohkan Rasululah. Bahkan dengan Jibril, Jibrillah yang datang menghampiri Rasululah. Rasullulah tidak pernah minta bantuan kepada Jibril. Kalaupun ada manusia yang berusaha berhubungan dengan jin dan malaikat itu termasuk perbuatan bid'ah.
MENUMBUHKAN IZZAH
Allah sudah memuliakan manusia dengan menyuruh mahluk langit bersujud kepada Adam as. Tetapi ketika manusia mulai bersekutu dengan jin seketika itu kemuliaan dan amal-amalnya sia-sia. Allah berfirman di surat Al-Jin ayat 6, "Dan sesungguhnya ada beberapa laki-laki dari golongan manusia yang meminta perlindungan pada beberapa laki-laki dari golongan jin, tapi mereka(jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.
Sebaliknya, mengimani yang gaib sesuai syariat akan menghindarkan diri dari kesyirikan, menumbuhkan keberanian dan menegakkan kemuliaan manusia. Tak perlu rumit menjalankannya. Islam memberikan perlindungan yag luar biasa agar manusia tidak diganggu jin dengan berbagai do'a pada setiap aktivitas. Berzikir sesuai yang dicontohkan Nabi dan giat beribadah. Menurut Ibnu Tamiyah , "sesungguhnya tauhid yang benar itulah yang akan mengusir dari diri manusia."
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)