Apa yang terjadi dengan timnas Garuda Indonesia pada pertandingan pinal leg pertama dengan Malaysia tadi malam, dimana timnas dikalahkan 3-0 oleh Malaysia. Hasil pertandingan 3-0 itu harusnya tidak menjadi sebuah kekalahan bagi timnas, tapi justru menjadi sebuah kemenangan yang tertunda bagi timnas. Banyak yang bisa dijadikan pelajaran dari sebuah kekalahan. Apa yang terjadi pada pertandingan pinal leg pertama kemarin adalah merupakan bagian sebuah proses yang harus dilalui oleh timnas kita. Ya, apa yang dijalani dalam sebuah kehidupan untuk mencapai sebuah target semuanya harus melewati sebuah proses. Seperti bayi yang baru lahir, sebelum berdiri, harus melalui proses duduk,merangkak, kemudian berdiri. Atau seperti seekor kupu-kupu, untuk menjadi seekor kupu-kupu juga harus melewati proses dari menjadi ulat, kepompong, kemudian menjadi seekor kupu-kupu. Ada cerita seorang anak kecil yang sedang memandang sebuah kepompong. Setelah anak itu memandang cukup lama,tapi kepompong itu tidak berubah menjadi kupu-kupu, dengan tidak sabar anak tersebut mengambil gunting untuk segera mengeluarkan kupu-kupu dari kempompongnya. Kupu-kupu tersebut memang berhasil dikeluarkan. Tapi apa yang terjadi dengan kupu-kupu tersebut, setelah ditunggu sekian lama kupu-kupu tersebut tidak bisa terbang dan ahirnya mati. Apa yang dilakukan anak tersebut justru menghambat sebuah proses yang harus dilewati kupu-kupu, untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik yang bisa terbang. begitu juga timnas kita sekarang yang harus melewati sebuah proses sebelum menjadi pemenang. Semoga timnas kita bisa belajar dari kekalahan kemarin. Ketika pelatih tim nas Malaysia kemarin saat wawancara ditanya bagaimana hasil pertandingan leg pertama dengan percaya diri dan keyakinan Dia menjawab 3-0, berbeda dengan pelatih timnas kita yang menjawab "akan berusaha bertanding sebaik mungkin"/tidak mempunyai target. Pada hasil ahir sekor tersebut betul-betul terjadi 3-0 bagi malaysia. Ada pelajaran yang yang bisa dipetik disini kalau suatu tujuan juga harus mempunyai target yang jelas. Karena target yang jelas akan memacu diri kita mewujudkan target yang ingin kita capai. Semoga saja timnas kita tetap sabar melewati proses yang harus dilalui dan bisa belajar dari setiap proses sebelum menjadi seekor Garuda yang membanggakan bangsa Indonesia. Mari kita belajar dari tim besar Arsenal dimana di 45menit pertama ketinggalan3-0, tapi dimeni45 menit kedua Arsenal bisa belajar dari kekelahan dibabak pertama, berhasil menyamakan kedudukan 3-3, dan memenangkan pertandingan melalui adu pilnati. Bisa dibayangkan dengan sisa waktu 45 menit tim Arsenal bisa membalikan keadaan, Timnas kita tidak hanya punya waktu 45 menit untuk membalikkan keadaan, tapi masih punya waktu 2x45 menit untuk memenangkan pertandingan. Mari kita doa'akan timnas kita dengan tulus tampa ada kepentingan dibalik do'a tersebut. karena do'a tulus akan didengar oleh tuhan. Semoga diahir tahun 2010 Indonesia tidak hanya terkenal sebagai negara yang kurup dan banyak pemimpinnya yang kurang mendengarkan rakyatnya, tetapi diahir tahun ini masih punya satu kebanggaan timnas kita menjadi juara AFF dan masyarakat Indonesia masih mempunyai sipat nasionalisme yang tinggi. Semoga...
Minggu, 26 Desember 2010
BELAJAR DARI SEBUAH KEKALAHAN
Apa yang terjadi dengan timnas Garuda Indonesia pada pertandingan pinal leg pertama dengan Malaysia tadi malam, dimana timnas dikalahkan 3-0 oleh Malaysia. Hasil pertandingan 3-0 itu harusnya tidak menjadi sebuah kekalahan bagi timnas, tapi justru menjadi sebuah kemenangan yang tertunda bagi timnas. Banyak yang bisa dijadikan pelajaran dari sebuah kekalahan. Apa yang terjadi pada pertandingan pinal leg pertama kemarin adalah merupakan bagian sebuah proses yang harus dilalui oleh timnas kita. Ya, apa yang dijalani dalam sebuah kehidupan untuk mencapai sebuah target semuanya harus melewati sebuah proses. Seperti bayi yang baru lahir, sebelum berdiri, harus melalui proses duduk,merangkak, kemudian berdiri. Atau seperti seekor kupu-kupu, untuk menjadi seekor kupu-kupu juga harus melewati proses dari menjadi ulat, kepompong, kemudian menjadi seekor kupu-kupu. Ada cerita seorang anak kecil yang sedang memandang sebuah kepompong. Setelah anak itu memandang cukup lama,tapi kepompong itu tidak berubah menjadi kupu-kupu, dengan tidak sabar anak tersebut mengambil gunting untuk segera mengeluarkan kupu-kupu dari kempompongnya. Kupu-kupu tersebut memang berhasil dikeluarkan. Tapi apa yang terjadi dengan kupu-kupu tersebut, setelah ditunggu sekian lama kupu-kupu tersebut tidak bisa terbang dan ahirnya mati. Apa yang dilakukan anak tersebut justru menghambat sebuah proses yang harus dilewati kupu-kupu, untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik yang bisa terbang. begitu juga timnas kita sekarang yang harus melewati sebuah proses sebelum menjadi pemenang. Semoga timnas kita bisa belajar dari kekalahan kemarin. Ketika pelatih tim nas Malaysia kemarin saat wawancara ditanya bagaimana hasil pertandingan leg pertama dengan percaya diri dan keyakinan Dia menjawab 3-0, berbeda dengan pelatih timnas kita yang menjawab "akan berusaha bertanding sebaik mungkin"/tidak mempunyai target. Pada hasil ahir sekor tersebut betul-betul terjadi 3-0 bagi malaysia. Ada pelajaran yang yang bisa dipetik disini kalau suatu tujuan juga harus mempunyai target yang jelas. Karena target yang jelas akan memacu diri kita mewujudkan target yang ingin kita capai. Semoga saja timnas kita tetap sabar melewati proses yang harus dilalui dan bisa belajar dari setiap proses sebelum menjadi seekor Garuda yang membanggakan bangsa Indonesia. Mari kita belajar dari tim besar Arsenal dimana di 45menit pertama ketinggalan3-0, tapi dimeni45 menit kedua Arsenal bisa belajar dari kekelahan dibabak pertama, berhasil menyamakan kedudukan 3-3, dan memenangkan pertandingan melalui adu pilnati. Bisa dibayangkan dengan sisa waktu 45 menit tim Arsenal bisa membalikan keadaan, Timnas kita tidak hanya punya waktu 45 menit untuk membalikkan keadaan, tapi masih punya waktu 2x45 menit untuk memenangkan pertandingan. Mari kita doa'akan timnas kita dengan tulus tampa ada kepentingan dibalik do'a tersebut. karena do'a tulus akan didengar oleh tuhan. Semoga diahir tahun 2010 Indonesia tidak hanya terkenal sebagai negara yang kurup dan banyak pemimpinnya yang kurang mendengarkan rakyatnya, tetapi diahir tahun ini masih punya satu kebanggaan timnas kita menjadi juara AFF dan masyarakat Indonesia masih mempunyai sipat nasionalisme yang tinggi. Semoga...
Selasa, 21 Desember 2010
JERITAN HATI SEORANG YANG BANYAK SUJUD
Tuhanku, runtunan karunia-MU telah melengahkan aku untuk benar-benar bersyukur kepada-MuLimpahan anugerah-MU telah melemahkan aku untuk menghitung pujian atas-Mu
Iringan ganjaran-Mu telah menyibukkan aku untuk menyebut kemulian-Mu...
Tuhanku, rangkaian bantuan-Mu telah melalaikan aku memperbanyak pujian pada-Mu
Besarnya nikmat-Mu tak terhingga sehingga kelu lidahku menyebutkannya, namun rasa syukurku memudar disamping limpahan anugarah-Mu....
karunia-Mu sungguh tak terbilang sehingga lumpuh akalku untuk memahaminya...
Bagaimana mungkin aku berhasil mensyukuri-Mu, karena rasa syukurku pada-MU, memerlukan syukur lagi.
Ini adalah do'a dari cucu Rasululah SAW yang bernama Zainal Abidin yang digelari orang AL-Sajjad (yang banyak sujud). Dikutip dari buku Jalaludin Rakhmat berjudul " Renungan-renungan sufistik".
Kamis, 16 Desember 2010
KEHIDUPAN DUNIA ADALAH KESENANGAN YANG MENIPU
Allah menciptakan surga dan neraka, yang kelak akan diisi oleh manusia. Dimana nanti kita berada. Surga atau neraka akan ditentukan melalui proses kompetisi yang panjang selama hidup di dunia: yaitu kompetisi dalam mengumpulkan pahala. Kompetisi ini berahir ketika kita mati, karena tidak ada kesempatan pengumpulan pahala setelah kita mati.Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada dibumi sebagai perhiasan bagi manusia, agar kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya. (Al-Kahfi 18):7
Seseorang yang berhasil mengumpulkan pahala yang banyak, tempatnya kelak adalah disurga. Sedangkan bagi yang lalai, tidak diragukan lagi, Ia akan berada ditempat yang sebaliknya, yaitu neraka. Jadi surga adalah merupakan puncak hadiah yang akan diraih manusia. Dan untuk mendapatkan hadiah puncak ini tentu saja tidak mudah. Diperlukan perjuangan yang sungguh-sungguh, karena Allah akan terus menerus menguji keuletan kita dalam mematuhi "aturan main" yang dibuat-Nya.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja, mengatakan; kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut 29:2)
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. (Al-Anbiya 21:35)
Rasululah SAW. Pun memperingatkan kita:
"Dunia ini adalah nerakanya orang mukmin, dan surganya orang kafir. Surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai, dan neraka itu dikelilingi oleh hal-hal yang menyenangkan (nafsu)."
Ujian terberat bagi kebanyakan orang pada umumnya adalah yang berkaitan dengan harta dan pangkat. Harta atau pangkat dapat dengan mudah membuat manusia terbius, terlupa dengan tujuan hidupnya didunia.
Harta yang seharusnya digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan ketaatan pada aturan main-Nya, terbuai justru digunakan untuk melanggar aturan main itu!
Ali r.a berwasiat, " hati-hatilah terhadap hartamu karena dapat menjadi bahan utama pelampiasan hawa nafsu! ( Yaa Allah, jadikanlah dunia ditangan kami, dan jangan engkau jadikan dunia di hati kami).
Dan ketahuilah,bahwa hartamu dan anak-anakmu kamu itu hanyalah sebagai cobaan... ( An- Anfaal 8:28 )
...Dan kami coba mereka dengan nikmat yang baik-baik dan bencana yang buruk-buruk. (Al- A'Araaf 7:168)
Untuk dapat mengatasi berbagai macam ujian dari Allah, kita harus mempunyai bekal dan motivasi yang kuat. karena hanya dengan motivasi yang kuat, akan tercipta semangat yang hebat. Dan dengan semangat yang hebat, segala godaan yang berasal nafsu/setan yang gilapun dapat ditaklukan.
Ayat-ayat berikut ini dapat ini dapat dijadikan bekal untuk motivasi:
Sesungguhnya barang siapa datang kepada Rabnya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka jahanam,Ia tidak mati didalamnya dan tidak (pula) hidup. (Thaahaa 20:74).
Sesungguhnya kehidupan di dunia hanyalah permainan dan senda gurau...
(Muhamad 47:36)
Bermegah-megahhan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kedalam kubur. (At-Takabur 102:1,2).
Maka janganlah harta benda dan anak-anak, mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan didunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir. (At-Taubah 9:55).
Dan tidaklah kehidupan didunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesunguhya ahirat itu adalah yang sebenar-benarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (Al-Ankabuut 29:64)
Seorang ahli hikmah berkata, " barang siapa yang menyaksikan dunia dengan menggunakan mata mata batinnya, niscaya Ia tidak akan rela menggunakan sebagian besar waktu dan tenaganya semata mata hanya untuk merengkuh dunia dalam genggamannya."
"Akan datang kepada umatku suatu zaman, dimana mereka cinta akan lima perkara dan lupa kepada lima perkara yang lain. Yaitu cinta kepada dunia lupa akan ahirat, cinta kepada harta lupa pada hari perhitungan,cinta kepada mahluk lupa kepada kholiq, cinta kepada dosa, lupa kepada taubat; dan cinta kepada mahligai lupa kepada kuburan."
Langganan:
Postingan (Atom)