Dari Al Ruwais perjalanan menuju masjid Agung Seikh Zayed Grand di Abu Dhabi, ibu kota Emirat Arab ditempuh dalam waktu dua jam. Al Ruwais sendiri merupakan kawasan industri yang letaknya dua jam dari perbatasan Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia. Disepanjang jalan, deretan pohon kurma dan gurun pasir menghampar , diselingi beberapa ADNOC gas station atau tempat pengisian bahan bakar. Mendekati perkotaan, barulah bangunan-bangunan tinggi menyapa kami.
Di kejauhan, kubah berlapis emas sangat menarik perhatian, apalagi kubah-kubah itu diterpa sinar matahari, memantulkan cahaya menyilaukan bagi pengguna jalan di sekitar masjid.
MEGAH DAN INDAH
Gapura yang menyambut kedatangan pengunjung terlihat tanpa penjaga. Kami langsung memasuki area pakir yang luas dan bernaung puluhan pohon kurma. Masjid indah ini sudah mencuri perhatian siapapun sejak pendangan pertama Di kelilingi rerumputan dan taman berhias bunga aneka warna, Sheikh Zayed Grand Mosque seolah membuat kita terlupa bahwa kita sekarang berada dikawasan padang pasir. Ditambah lagi keberadaan air mancur yang bergemericik, semakin menambah sejuk suasana. Masjid jauh dari hingar bingar pedagang kaki lima. Abu Dhabi memang sangat mengutamakan kerapian. Para pedagang tidak detempatkan disembarang tempat. Alhasil tidak ditemui seorang pun pedagang kaki lima, meski sekedar menjajakan air minum, disetiap jalan utama negri ini.Beberapa langkah menuju pelataran masjid terlihat tiga penjaga, seorang diantara mereka kemudian menuturkan peraturan yang harus dipatuhi oleh pengunjung. Petugas hanya bertugas mengawasi dari luar masjid dan menunjukan pintu masuk buat laki-laki dan perempuan, termasuk mengarahkan turis terutama perempuan untuk memakai kebaya atau jubah yang sudah disediakan. Masjid ini terbuka bagi siapa saja baik muslim maupun non muslim dari berbagai negara. Hanya saja, pengunjung perempuan harus mengenakan pakaian sopan (jubah/kebaya) dan berkerudung. Sebagai peninggalan pendiri sekaligus presiden pertama Emirat Arab Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan (1918-2004), masjid megah ini menggambarkan visi sang Presiden. Baginya manusia yang beragam latar belakang,agama, ras,tradisi, dan sebagainya, dapat hidup harmonis dengan toleransi, saling menghargai dan menghormati ini sesuai dengan ajaran nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam. Dan masjid ini diharapkan menjadi pusat pengetahuan dan kebudayaan yang menyongkong keuniversalan Islam.
Melangkah lebih jauh, semakin semakin terlihatlah keanggunan masjid yang berarsitektur perpaduan Mughlal(Pakistan,India,Bangldesh) dan Mooris (Maroko) ini. Lantai marmer berwarna hijau dan berhias batu semi mulia, tersusun indah membentuk bunga-bunga. Sedangkan dalam ruang utama masjid yang mampu menampung 40 ribu orang, terhampar karpet yang disebut sebagai karpet terluas didunia. Karpet buatan tangan ini dikerjakan oleh 1.200 orang pengrajin karpet di Iran. Decak kagum juga tak hanya sampai, disitu, jika kita menengadah keatas terdapat sebuah lampu gantung kristal terbesar di dunia. Lampu tersebut semakin mewah karena berhias swaovski dan emas 24 karat, menyamai cahaya membias penuh pesona. Pantaslah jika Sheikh Zayed Grand Mosque dikatakan sebagai masjid terindah kelima di dunia. Dengan luas sebesar lima kali lapangan sepak bola, masjid ini memiliki empat menara setinggi 350 meter dan 82 kubah beragam ukuran. Sebuah perpustakaan pun tersedia disini. Koleksi buku meliputi berbagai disiplin ilmu,seperti peradaban kaligrafi, seni, serta buku-buku klasik berusia ratusan tahun, dan dalam beragam bahasa, yaitu Arab,Inggris,Prancis,Italia,Spanyol,Jerman,bahkan bahasa Korea.
KESEPIAN
Berada dalam masjid, saya sangat merasakan kenyamanan dalam beribadah. Sepertinya masjid ini memang didesain agar jamaah bisa shalat dan berdoa dengan khusyuk. Namun, seiring berjalannya waktu dan sesuai dengan tujuan pemerintah menjadikan Emirat Arab sebagai tujuan wisata, masjid ini menjelma menjadi bangunan multi pungsi, yaitu sebagai tempat beribadah dan objek wisata. Semua orang dari berbagai negara dan beragam agama bisa memanjakan matanya dengan kemegahan keindahan Sheikh Zayed Grand Mosque, yang bahkan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Letaknya pun mudah dijangkau, hanya kurang lebih 30 menit berkendara dari bandara Abu Dhabi.
Ditengah megahnya bangunan masjidnya yang memunculkan kekaguman, terselip rasa pilu dalam hati, sudah beberapa kali saya mengunjungi masjid ini pada waktu-waktu shalat, tapi selalu saja saya menemukan masjid ini lengang. Seakan-akan masjid megah ini kesepian karena ditinggal jemaahnya. Sayapun teringat dengan tanda-tanda kiamat, diantaranya padang pasir akan menjadi rumput dan masjid-masjid dibangun dengan dengan megah tapi sepi dari orang-orang yang mendirikan shalat. Dan tanda-tanda itu kini hadir dihadapan saya.
Minggu, 20 Oktober 2013
Kamis, 17 Oktober 2013
Gaib, Antara Mitos dan Wahyu
Bukan untuk jadi takut, mengkaji
alam gaib
dengan benar, justru berhikmah
tumbuhnya izzah dan keberanian.
Alam raya ,ini memang maha luas. Melihatnya secara pisik saja sudah mengundang decak kagum. Semakin takjub kita ketiga menyadari alam ini ternyata jauh lebih luas dari apa yang bisa kita indra. Kehadiranya tak kasat mata, tapi eksistensinya nyata, ialah alam gaib.
CIRI KETAKWAAN
Abdulah bin Mas'ud ra, mengartikan "gaib" sebagai sesuatu yang Allah ceritakan didalam Al-Qur'an dan sunah. Namun sesuatu itu tak dapat ditangkap oleh panca indra manusia yang sangat terbatas, karena itu Allah memandu manusia untuk memahami hal gaib itu melalui Al-Qur'an dan Al-Hadits, dan tidak ada yang patut diimani dari alam gaib kecuali yang diterangkan oleh keduanya. Al-Qur'an juga menegaskan bahwa keyakinan pada gaib adalah ciri pertama ketakwaan. Sebagaimana tercantum di awal surat Al-Baqarah ; "kitab(al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib,melaksanakan shalat, menginfakan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka," (QS Al-Baqarah (2):2-3).
Ruang lingkup alam gaib itu juga cukup luas. Hal-hal gaib yang harus diimani oleh seorang Muslim adalah yang tercantum dalam rukun iman gaib mencangkup pemahaman tentang Tuhan, malaikat, hari kiamat, dan takdir manusia yang melingkupi rezeki,jodoh, dan ajal. Bagaimana dengan fenomena gaib yang sering terjadi dimasyarakat akibat ganguan jin? mengapa jin tidak termasuk dalam rukun iman? karena percaya kepada adanya jin adalah bagian dari keimanan kita kepada kitab Allah.
MELURUSKAN PEMAHAMAN
Selain pada prilaku kesalahpahaman masyarakat tentang mahluk gaib sudah terjadi di level pemahaman, khususnya kerancuan pengertiaan tentang jin,setan, dan iblis. Kebanyakan orang menganggap bahwa setan adalah mahluk yang menjelma sebagai hantu, kuntilanak, tuyul, dan lain-lain. Padahal setan merupakan sebuah karakter, sipat. Setan adalah sipat pembangkangan kepada perintah Allah-yang dapat dilakukan jin dan manusia. Seperti yang tercantum dalam surah Al-An'am ayat 112, "Dan demikianlah kami ciptakan musuh dari para nabi yaitu setan dari manusia,dan setan dari kalangan jin".
Sedangkan jin adalah mahluk Allah yang diciptakan dari api. Seperti manusia iapun punya kewajiban beribadah kepada Allah dengan caranya sendiri. Sebagian dari mereka Muslim sebagian kafir, jin Muslim tidak mengangu manusia. Bila ada manusia yang diganggu jin, bisa dipastikan jin itu kafir atau munafik. Jin kafir suka menipu manusia dengan menjelma menjadi sosok mahluk halus. Mengenai iblis penjelasannya cukup rinci dalam surat Al-Kahfi aya 50; "Ia adalah golongan jin yang menolak sujud pada Adam as". Iblis hanya satu dan Ia berumur panjang hingga hari kiamat. Ada juga mahluk gaib yang disebut qarin, yaitu jin yang selalalu menyertai seseorang dan ada pada setiap manusia termasuk Rasululah. Qarin bukan jin pelindung manusia, ia selalu membisikan keburukan, kecuali qarin yang menyertai Rasululah.
Rasullulah bersabda; Tidak seorangpun dari kalian kecuali telah diwakilkan kepada qarin-nya dari jin. Sahabat bertanya, juga kepada engkau wahai Rusullulah? beliau menjawab juga kepadaku. Namun Allah membantuku, sehingga qarinKu masuk Islam (HR Muslim).
Saat sebagian manusia asik menistakan diri dengan menjadi sekutu jin, kita lupa sebenarnya ada mahluk gaib yang senantiasa membantu manusia yaitu malaikat kerap kali mengamini doa manusia bahkan mendoakan manusia bila melakukan amal kebaikan tertentu. Malaikat adalah mahluk yang mulia karena selalu taat kepada Allah. Karenanya dido'akan malaikat adalah suatu keutamaan yang luar biasa. Tapi bisakah kita berinteraksi dengan malaikat? itu tidak bisa dilakukan dan tidak perlu. Mallaikat hanya mengerjakan apa yang diperintahkan Allah tidak lebih tidak kurang. Beriteraksi dengan malaikat juga tidak pernah dicontohkan Rasululah. Bahkan dengan Jibril, Jibrillah yang datang menghampiri Rasululah. Rasullulah tidak pernah minta bantuan kepada Jibril. Kalaupun ada manusia yang berusaha berhubungan dengan jin dan malaikat itu termasuk perbuatan bid'ah.
MENUMBUHKAN IZZAH
Allah sudah memuliakan manusia dengan menyuruh mahluk langit bersujud kepada Adam as. Tetapi ketika manusia mulai bersekutu dengan jin seketika itu kemuliaan dan amal-amalnya sia-sia. Allah berfirman di surat Al-Jin ayat 6, "Dan sesungguhnya ada beberapa laki-laki dari golongan manusia yang meminta perlindungan pada beberapa laki-laki dari golongan jin, tapi mereka(jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.
Sebaliknya, mengimani yang gaib sesuai syariat akan menghindarkan diri dari kesyirikan, menumbuhkan keberanian dan menegakkan kemuliaan manusia. Tak perlu rumit menjalankannya. Islam memberikan perlindungan yag luar biasa agar manusia tidak diganggu jin dengan berbagai do'a pada setiap aktivitas. Berzikir sesuai yang dicontohkan Nabi dan giat beribadah. Menurut Ibnu Tamiyah , "sesungguhnya tauhid yang benar itulah yang akan mengusir dari diri manusia."
Minggu, 13 Oktober 2013
Selamat Hari Raya Idul Adha
Ketika takbir yang dikumandangkan, tak lagi menggetarkan hati.
Ketika suasana keagungan Ilahi, tak lagi menyelimuti bathin.
Ketika Idul Adha,... hanya menjadi ritual pesta makan belaka...
Mungkin saatnya kita harus mempertanyakan pada diri kita, apa makna qurban sejatinya?
Apakah kita melaksanakan ini semua, benar-benar untuk ibadah?
Apakah hati kita telah bersih dari semua penyakit riya,takabur, serta rakus?
Apakah tingkah laku serta ucap kata kita benar-benar muncul dari ketakwaan kita?
Buat apa dalam setiap shalat kita sujud dan menyakini Allah SWT sang Maha Agung melihat kita...
Tapi dalam keseharian kita selalu angkuh dan sombong, bergelut dengan maksiat, melupakan bahwa Allah benar- benar melihat kita.
Sebelum terbit mentari
Semburatnya kan kuhiasi
untaian do'a dan harapan
Seluruh keluarga PT.Banyu Mataram Baratama, dan Sedulur Banyu Mataram Kasampurnan/ Ponco Moyo mengucapakan selamat hari raya Idul Adha, salah khilaf mohon maaf lahir batin, semoga ibadah qurban kita diterima Allah SWT. Dan berkah Allah buat kita semua.... Amiiinn.
Meraih Mamfaat Dengan Menyingkap Tradisi Yang Baik
Rasululah s.a.w pernah bersabda" seorang Mukmin adalah cermin bagi Mukmin yang lain". Sungguh Rasululah s.a.w dianugrahi seluruh perkataan yang bermakna. Setiap kalimat dari perkataannya memiliki maknan yang berlimpah laksana cucuran air hujan yang jatuh dari langit. Sementara setiap orang memiliki nuansa yang berbeda dalam memahami perkataan beliau, sesuai dengan daya pemahaman serta cahaya yang diberikan Allah SWT kepadanya.
Adapun makna pertama dari sabda beliau yang bebunyi "seseorang Mukmin adalah cermin bagi Mukmin yang lain" adalah disaat seorang Mukmin melihat saudaranya bertingkah laku dengan akhlak mulia, secara otomatis Ia harus menirunya. Sebaliknya, disaat Ia melihat Saudaranya memiliki perangai tidak terpuji, maka Ia harus menyadari bahwa didalam dirinya juga ada perangai semacam itu, karenanya Ia harus menjauhi.
Makna Kedua dari sabda beliau ketika seorang Mukmin melihat saudaranya memiliki suatu aib, ataupun cela, maka mestinya Ia segera meminta saudaranya itu untuk menghilangkan cela/aib tersebut. Sehingga benar-benar laksana cermin, yaitu benda yang memantulkan kenyataan yang Ia tangkap.
Makna ketiga dari sabda beliau yaitu ketika seorang Mukmin melihat kaum Mukmin yang lain, maka akan terjadi pertukaran total berdasarkan keluhuran atau keburukan kepribaddiannya Kalau kepribadiannya bagus,bersih, jujur, jauh dari akhlak tercela, maka pandangan yang dilayangkan kepada kaum Mukminin juga bernilai baik sangka, sehingga Ia tidak pernah menyakiti mereka. Jadi Ia selalu menebarkan kebaikan bagi semua, begitu pula perkataannya benar semua. Sebab Ia berkeyakinan bahwa seluruh kaum Mukmin juga mempunyai budi perketi seperti yang dimiliki. Inilah fadhilah (keutamaan/kelebihan) yang di anugarahkan Allah SWT kepada kaum Mukminin.
Para pujanggapun bersajak;
Kalau jelek kelakuan seseorang jelek pula sangkaanya,
semua yang ia ragukan diangap musuh
Ia memusuhi kawan dengan perkataanya
dalam keraguan laksana gelap gulita
Makna keempat dari sabda beliau orang mukmin yang imannya sempurna sejatinya adalah cermin, tempat penampakan gambar seorang Mukmin atau Allah SWT. Karena diantara nama nama Allah SWT adalah al-Mu'min. Sementara hati orang Mukmin adalah tempat pengetahuan tentang Allah SWT. Dalam hadist disebutkan; hati adalah rumah Tuhan. Masudnya adalah tempat pengatuhuan tentang Allah.
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan sebagaimana permohonan hamba-Mu yang sekaligus utusan-Mu, Muhamad saw. dan kami berlindung dari sesuatu sebagaimana hamba-Mu yang sekaligus juga utusan-Mu , Muhamad saw. berlindung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Selasa, 08 Oktober 2013
Syaikh Siti Jenar
Makam Syaikh Siti Jenar di Semanding, Tuban
Cungkup Makam Ki Kebo Kenongo (Ki Ageng Pengging) Murid Syaikh Siti Jenar
Makam Syaikh Siti Jenar di Cirebon
Gerbang Massjid Panjunan, peninggalan Pangeran Panjunan murid syaikh Siti Jenar
Mihrab Masjid Cipta Rasa Cirebon, Menurut Histrograpfi Cirebon, disini tempat Syaikh Siti Jenar diadili
Sekilas Tentang Syaikh Siti Jenar
Syaikh Siti Jenar adalah putra Datuk Sholeh, seorang ulama asal Malaka. Syaikh Siti Jenar dikenal sebagai tokoh Wali Songo yang memiliki pandangan kontraversial dizamannya. Syaikh Siti Jenar dikenal sebagai penyebar ajaran Sasahidan yang berpijak pada konsep manunggaling kawulo Gusti. Syaikh Siti Jenar diketahui sebagai penggagas gagasan komunitas baru dengan mengubah konsep feodalistik kawulo (hamba, budak) menjadi egaliter melalui pembukaan hunian-hunian baru yang disebut Lembah Abang. Kemunculan komunitas Lembah Abaang yang di nisbatkan kepada Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Lembah Abang kemudian berkembang menjadi Varian Abangan.
Berbeda dengan makam Wali Songo yang jelas letak bangunannya beserta kisah-kisahnya. Makam Syaikh Siti Jenar secara tepat belum dipastikan dimana keberadaannya. Sebagian masyarakat menganggap makam Syaikh Siti Jenar terletak di kompleks pemakaman Kemlaten di kota Cirebon. Sebagian lagi menganggap makamnya berada di bukit Amparan Jati tak jauh dari makam Syaikh Datuk Kahfi. Penduduk Jepara menyakini bahwa makam Syaikh Siti Jenar terletak di desa Lemah Abang Jepara. Sedangkan menurut penduduk Mantingan dan Tuban, makamnya terletak di daerah mereka. Sementara menurut penganut Tarekat Akmaliyah, yaitu tarekat yang dibangakan kepada Syaikh Siti Jenar, makamnya dinyatakan hilang karena sesuai wasiat yang bersangkutan kepada para pengikutnya, kuburnya kelak jangan diberi tanda supaya tidak menjadi tempat penziarahan.
Asal-usul dan Nasab Syaikh Siti Jenar
Bernama Syaikh Datuk Abdul Jalil yang masyhur dikenal dengan nama Syaikh Lemah Abang,Syaikh Jabarantas,Syaikh Sitibirit, Pangeran Kajenar, atau yang termasur Syaikh Siti Jenar.
Menurut babad Demak dan babad tanah Djawi, asal usuk Syaikh Siti Jenar adalah seekor cacing yang berubah menjadi manusia setelah mendengar wejangan rahasia Sunan Bonang kepada Sunan Kalijaga. Mengutip tulisan tangan milik Raden Ngabehi Soeradipoera Syaikh Siti Jenar sejatinya adalah Syaikh Abdul Jalil putra Sunan Gunung Jati. Menurut naskah Wangsakertan Cirebon, tokoh yang bernama Syaikh Lemah Abang ini lahir di Malaka dengan nama Abdul Jalil, Ia putra Syaikh Datuk Shaleh. Naskah Wangsakertan yang lain menyebutkan bahwa sisilah Syaikh Lemah Abang yang bernama pribadi Syaikh Datuk Abdul Jalil itu berujung pada Nabi Muhamad Saw. turun melalui Fatimah dan Ali bin Abi Thalib,turun ke Husen, terus ke Ali Zaenal Abidin, turun ke Zakfar Shadiq, hingga ke Maulana Abdul Malik yang tinggal di Bharata Nagari.
Dakwah Syaikh Siti Jenar
Menurut naskah Nagara Kretabhuni, dakwah Syaikh Siti Jenar sangat cepat berkembang diikuti banyak murid-murid yang berkedudukan tinggi telah membuat Sultan Demak (Trenggana) marah. Terutama karena Syaikh Lemah Abang telah mendukung muridnya Ki Kebo Kenongo, mendirikan kerajaan Pengging. Sultan Demak marah, dan memerintahkan Sunan Kudus untuk membinasakan Pengging. Perlawanan Pengging dapat dilumpuhkan dan Ki Kebo Kenongo dibunuh Sunan Kudus,sementara itu Syaikh Lemah Abang berhasil lolos dan kembali ke Cirebon Girang.
imi
Akibat ajaran Syaikh Siti Jenar yang dianggap menyimpang, maka dijatuhi hukuman mati oleh dewan Wali Songo. Dalam babad Tjirebon Syaikh Lemah Abang dijatuhi hukuman mati oleh Sunan Kudus. Sementara menurut serat siti Djenar(1922), diungkapkan Syaikh Lemah Abang dihukum mati bukan karena ajarannya yang menyimpang, tetapi karena kesalahannya mengajarkan ajaran rahasia kepada masyarakat umum secara terbuka.
Para Wali tak menemukan kesalahan dalam ajaran Sasahidan yang diajarkan Syaikh Lemah Abang. Dasar ajaran tersebut berkaitan dengan ajaran tasawuf al-Hallaj dan Ibnu Araby, yaitu ajaran yang didasarkan pada keyakinan bahwa didalam diri manusia sebagai ciptaan(haqq). Ajaran ini didasarkan pada dalil yang menyatakan bahwa Allah telah meniupkan (nafakhtu) sebagai ruh-Nya(ruh),kedalam diri manusia pertama (Adam) yang dicipta dari tanah ( Qs,Shad,38;72).
Ruh Ilahi di dalam diri Adam itulah dalam Taswawuf,yang diajarkan Syaikh Lemah Abang disebut sebagai Ruh-al-Haqq, yang menjadi penyebab seluruh malaikat bersujud kepada Adam. Dalam hadis Qudsy disebutkan bahwa Allah Swt berfirman; "aku tidak mungkin berada di langit dan bumi-Ku, tetapi Aku bisa berada di dalam qalbu hamba-Ku yang beriman".
Cungkup Makam Ki Kebo Kenongo (Ki Ageng Pengging) Murid Syaikh Siti Jenar
Makam Syaikh Siti Jenar di Cirebon
Gerbang Massjid Panjunan, peninggalan Pangeran Panjunan murid syaikh Siti Jenar
Mihrab Masjid Cipta Rasa Cirebon, Menurut Histrograpfi Cirebon, disini tempat Syaikh Siti Jenar diadili
Sekilas Tentang Syaikh Siti Jenar
Syaikh Siti Jenar adalah putra Datuk Sholeh, seorang ulama asal Malaka. Syaikh Siti Jenar dikenal sebagai tokoh Wali Songo yang memiliki pandangan kontraversial dizamannya. Syaikh Siti Jenar dikenal sebagai penyebar ajaran Sasahidan yang berpijak pada konsep manunggaling kawulo Gusti. Syaikh Siti Jenar diketahui sebagai penggagas gagasan komunitas baru dengan mengubah konsep feodalistik kawulo (hamba, budak) menjadi egaliter melalui pembukaan hunian-hunian baru yang disebut Lembah Abang. Kemunculan komunitas Lembah Abaang yang di nisbatkan kepada Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Lembah Abang kemudian berkembang menjadi Varian Abangan.
Berbeda dengan makam Wali Songo yang jelas letak bangunannya beserta kisah-kisahnya. Makam Syaikh Siti Jenar secara tepat belum dipastikan dimana keberadaannya. Sebagian masyarakat menganggap makam Syaikh Siti Jenar terletak di kompleks pemakaman Kemlaten di kota Cirebon. Sebagian lagi menganggap makamnya berada di bukit Amparan Jati tak jauh dari makam Syaikh Datuk Kahfi. Penduduk Jepara menyakini bahwa makam Syaikh Siti Jenar terletak di desa Lemah Abang Jepara. Sedangkan menurut penduduk Mantingan dan Tuban, makamnya terletak di daerah mereka. Sementara menurut penganut Tarekat Akmaliyah, yaitu tarekat yang dibangakan kepada Syaikh Siti Jenar, makamnya dinyatakan hilang karena sesuai wasiat yang bersangkutan kepada para pengikutnya, kuburnya kelak jangan diberi tanda supaya tidak menjadi tempat penziarahan.
Asal-usul dan Nasab Syaikh Siti Jenar
Bernama Syaikh Datuk Abdul Jalil yang masyhur dikenal dengan nama Syaikh Lemah Abang,Syaikh Jabarantas,Syaikh Sitibirit, Pangeran Kajenar, atau yang termasur Syaikh Siti Jenar.
Menurut babad Demak dan babad tanah Djawi, asal usuk Syaikh Siti Jenar adalah seekor cacing yang berubah menjadi manusia setelah mendengar wejangan rahasia Sunan Bonang kepada Sunan Kalijaga. Mengutip tulisan tangan milik Raden Ngabehi Soeradipoera Syaikh Siti Jenar sejatinya adalah Syaikh Abdul Jalil putra Sunan Gunung Jati. Menurut naskah Wangsakertan Cirebon, tokoh yang bernama Syaikh Lemah Abang ini lahir di Malaka dengan nama Abdul Jalil, Ia putra Syaikh Datuk Shaleh. Naskah Wangsakertan yang lain menyebutkan bahwa sisilah Syaikh Lemah Abang yang bernama pribadi Syaikh Datuk Abdul Jalil itu berujung pada Nabi Muhamad Saw. turun melalui Fatimah dan Ali bin Abi Thalib,turun ke Husen, terus ke Ali Zaenal Abidin, turun ke Zakfar Shadiq, hingga ke Maulana Abdul Malik yang tinggal di Bharata Nagari.
Dakwah Syaikh Siti Jenar
Menurut naskah Nagara Kretabhuni, dakwah Syaikh Siti Jenar sangat cepat berkembang diikuti banyak murid-murid yang berkedudukan tinggi telah membuat Sultan Demak (Trenggana) marah. Terutama karena Syaikh Lemah Abang telah mendukung muridnya Ki Kebo Kenongo, mendirikan kerajaan Pengging. Sultan Demak marah, dan memerintahkan Sunan Kudus untuk membinasakan Pengging. Perlawanan Pengging dapat dilumpuhkan dan Ki Kebo Kenongo dibunuh Sunan Kudus,sementara itu Syaikh Lemah Abang berhasil lolos dan kembali ke Cirebon Girang.
imi
Akibat ajaran Syaikh Siti Jenar yang dianggap menyimpang, maka dijatuhi hukuman mati oleh dewan Wali Songo. Dalam babad Tjirebon Syaikh Lemah Abang dijatuhi hukuman mati oleh Sunan Kudus. Sementara menurut serat siti Djenar(1922), diungkapkan Syaikh Lemah Abang dihukum mati bukan karena ajarannya yang menyimpang, tetapi karena kesalahannya mengajarkan ajaran rahasia kepada masyarakat umum secara terbuka.
Para Wali tak menemukan kesalahan dalam ajaran Sasahidan yang diajarkan Syaikh Lemah Abang. Dasar ajaran tersebut berkaitan dengan ajaran tasawuf al-Hallaj dan Ibnu Araby, yaitu ajaran yang didasarkan pada keyakinan bahwa didalam diri manusia sebagai ciptaan(haqq). Ajaran ini didasarkan pada dalil yang menyatakan bahwa Allah telah meniupkan (nafakhtu) sebagai ruh-Nya(ruh),kedalam diri manusia pertama (Adam) yang dicipta dari tanah ( Qs,Shad,38;72).
Ruh Ilahi di dalam diri Adam itulah dalam Taswawuf,yang diajarkan Syaikh Lemah Abang disebut sebagai Ruh-al-Haqq, yang menjadi penyebab seluruh malaikat bersujud kepada Adam. Dalam hadis Qudsy disebutkan bahwa Allah Swt berfirman; "aku tidak mungkin berada di langit dan bumi-Ku, tetapi Aku bisa berada di dalam qalbu hamba-Ku yang beriman".
Sunan Kalijaga
Sunan kalijaga adalah putra Tumenggung Wilatika Bupati Tuban. Sunan Kalijaga dikenal sebagai tokoh wali songo yang mengembangkan dakwah Islam melalui seni dan budaya. Sunan Kalijaga termasyhur sebagai juru dakwah yang tidak saja piawai mendalang, melainkan juga dikenal pula sebagai pencipta bentuk-bentuk wayang dan lakon-lakon caragan yang dimasuki ajaran Islam. Melalui pertunjukan wayang, Sunan Kalijaga mengajarkan tasawuf kepada masyarakat. Sunan Kalijaga dikenal sebagai tokoh keramat oleh masyarakat dan dianggap sebagai wali pelindung Jawa.
Makam Sunan Kalijaga terletak ditengah kompleks pemakaman desa Kadilangu yang dilingkari dinding dengan pintu gerbang makam. Area makam Sunan Kalijaga masih didalam Kota Demak, kira-kira berjarak sekitar 3Km dari Masjid Agung Demak. Seperti makam Wali Songgo umumnya, makam Sunan Kalijaga berada didalam bangunan cungkup berdinding tembok dengan hiasan dinding terbuat dari kayu berukir.
Asal-usul dan Nasab Sunan Kalijaga
Raden Sahid yang kelak dikenal sebagai Sunan Kalijaga adalah putra Tumenggung wilatika Bupati Tuban. Selain Raden Sahid , Sunan Kalijaga dikenal dengan sejumlah nama lain, yaitu; Syaikh Malaya,Lokajaya, Raden Abdurahman, Pangeran Tuban, dan Ki Dalang Sida Brangti. Nama- tersebut memiliki kaitan erat dengan sejarah perjalanan hidup tokoh Wali Songo ini sejak bernama Sahid, Lokajaya, hingga Sunan Kalijaga.
Menurud Babad Tuban, sisilah Sunan Kalijaga dikemukakan sebagai berikut;
Diantara wali Songo Sunan Kalijaga dikenal sebagai Wali yang paling luas cangkupan dakwahnya dan paling besar pengaruhnya dikalangan masyarakatnya. Sebab selain berdakwah dengan cara berkeliling dari satu tempat ketempat lain, sebagai dalang, pengubah tembang, tukang dongeng keliling,penari topeng, perancang pakaian,perancang alat-alat pertanian, penasihat Sultan dan pelindung rohani kepala-kepala daerah, Sunan Kalijaga juga dikenal sebagai guru rohani yang mengajarkan tarekat Syathariyah dari Sunan Bonang, sekaligus tarekat Akmaliyah dari Syaikh Siti Jenar, yang saat ini masih diamalkan oleh para pengikutnya diberbagai tempat di nusantara.
Sunan Kalijaga mengalami beberapa perubahan masa kepemimpinan, sejak jaman Majapahit ahir,Demak, Pajang, hingga masa awal Mataram. Sunan Kalijaga dianggap sebagai pelindung kerajaan Mataram. Putra Sunan Kaliajaga yang bernama Sunan Adi, menjadi penasihat rohani penguasa Mataram awal Panembahan Senopati. Dewasa ini, didaerah pedalaman Jawa, keberadaan Sunan Kalijaga menjadi kiblat panutan dari masyarakat muslim tradisional yang memuliakan tidak saja makamnya, melainkan juga warisan nilai-nilai seni budaya dan ajaran rohani(tarekat) yang ditinggalkannya.
Makam Sunan Kalijaga terletak ditengah kompleks pemakaman desa Kadilangu yang dilingkari dinding dengan pintu gerbang makam. Area makam Sunan Kalijaga masih didalam Kota Demak, kira-kira berjarak sekitar 3Km dari Masjid Agung Demak. Seperti makam Wali Songgo umumnya, makam Sunan Kalijaga berada didalam bangunan cungkup berdinding tembok dengan hiasan dinding terbuat dari kayu berukir.
Asal-usul dan Nasab Sunan Kalijaga
Raden Sahid yang kelak dikenal sebagai Sunan Kalijaga adalah putra Tumenggung wilatika Bupati Tuban. Selain Raden Sahid , Sunan Kalijaga dikenal dengan sejumlah nama lain, yaitu; Syaikh Malaya,Lokajaya, Raden Abdurahman, Pangeran Tuban, dan Ki Dalang Sida Brangti. Nama- tersebut memiliki kaitan erat dengan sejarah perjalanan hidup tokoh Wali Songo ini sejak bernama Sahid, Lokajaya, hingga Sunan Kalijaga.
Menurud Babad Tuban, sisilah Sunan Kalijaga dikemukakan sebagai berikut;
Abdul Muthalib berputra Abbas, berputra Abdul Wakhid, berputra Mudzakir, berputra Abdulah, berputra Kharmia, berputra Mubarak, berputra Abdulah, berputra Madhhra'uf, berputra Arifin, berputra Hasanudin, berputra Jamal, berputra Akhmad, berputra Abdulah, berputra Abbas, berputra Kourames, berputra Abdurrahim (Aria Teja, Bupati Tuban), berputra Teja Laku( Bupati Majapahit), berputra Lembu Kusuma (Bupati Tuban), Berputra Temenggung Wilatika (Bupati Tuban), berputra Raden Mas Said (Sunan Kalijaga).
Menurut Babad Tuban bahwa Aria Teja I (Abdurahman) adalah orang Arab, yang memiliki sisilah hingga Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhamad .
KISAH awal tokoh yang kelak dikenal sebagai Sunan Kalijaga ini dimulai dengan kisah mudanya yang diliputi kenakalan, yang samapai diusir oleh orangtuannya yang malu dengan kelakuan putranya. Namun dengan diusir bukan membuat menjadi baik, malah semakin nakal dengan menjadi perampok yang membuat kerusuhan di hutan Jatisari, dan membuat semua orang ketakutan. Raden Sahid dikenal dengan sebutan Lokajaya. Gelar Loka Jaya sendiri berarti penguasa wilayah, karena Loka berarti tempat/wilayah, dan Jaya berati menang/menguwasai. Namun atas dakwah Sunan Bonang, yang saat dirampok Lokajaya mampu menunjukan kesaktiannya mengubah buah aren menjadi emas, Raden Sahid bertobat dan berusaha keras menjadi agung yang mulia, yang bahkan ahirnya menjadi salah seorang anggota Wali Songo.
Gerakan Dakwah Sunan Kalijaga
Babad Demak, menuturkan bahwa Raden Sahid mengawali dakwah di Cerebon, tepatnya di desa Kalijaga, untuk mengislamkan penduduk Indramayu dan Pamanutukan. Sunan Kalijaga tinggal beberapa tahun di desa Kalijaga dengan mula-mula menyamar sebagai sebagai pembersih Masjid Sang Cipta Rasa. Dimasjid itulah Sunan Kalijaga bertemu dengan Sunan Gunung Jati yang kemudian menikahkannya dengan adiknya yang bernama Siti Zaenab. Dari pernikahan dengan Siti Zaenab Sunan Kalijaga memiliki satu putra yang bernama Watiswari, dan seorang putri yang bernama Ratu Champaka.
Dalam menjalankan dakwah Sunan Kalijaga dikenal suka menyamar dan bertindak menampilkan kelemahan diri untuk menyembunyikan kelebihan yang dimilikinya. Seperti wali-wali yang lain dalam berdakwah Sunan Kalijaga sering mengenalkan Islam kepada penduduk lewat pertunjukan wayang yang sangat digemari masyarakat yang masih menganut kepercayaan agama lama. Dengan kemampuanya yang menajubkan sebagai dalang yang ahli memainkan wayang, Sunan Kalijaga yang berdakwah di Jawa bagian barat dikenal penduduk dengan beberapa nama samaran. Didaerah Pajajaran Sunan Kalijaga dikenal dengan nama Ki Dalang Sida Brangti, di daerah Tegal dikenal dengan nama Ki Dalang Bengkok, di dareah Pubalingga dikenal dengan nama Ki Dalang Kumendung, sedangkan di Majapahit dikenal dengan Ki Unehan.
Diantara wali Songo Sunan Kalijaga dikenal sebagai Wali yang paling luas cangkupan dakwahnya dan paling besar pengaruhnya dikalangan masyarakatnya. Sebab selain berdakwah dengan cara berkeliling dari satu tempat ketempat lain, sebagai dalang, pengubah tembang, tukang dongeng keliling,penari topeng, perancang pakaian,perancang alat-alat pertanian, penasihat Sultan dan pelindung rohani kepala-kepala daerah, Sunan Kalijaga juga dikenal sebagai guru rohani yang mengajarkan tarekat Syathariyah dari Sunan Bonang, sekaligus tarekat Akmaliyah dari Syaikh Siti Jenar, yang saat ini masih diamalkan oleh para pengikutnya diberbagai tempat di nusantara.
Sunan Kalijaga mengalami beberapa perubahan masa kepemimpinan, sejak jaman Majapahit ahir,Demak, Pajang, hingga masa awal Mataram. Sunan Kalijaga dianggap sebagai pelindung kerajaan Mataram. Putra Sunan Kaliajaga yang bernama Sunan Adi, menjadi penasihat rohani penguasa Mataram awal Panembahan Senopati. Dewasa ini, didaerah pedalaman Jawa, keberadaan Sunan Kalijaga menjadi kiblat panutan dari masyarakat muslim tradisional yang memuliakan tidak saja makamnya, melainkan juga warisan nilai-nilai seni budaya dan ajaran rohani(tarekat) yang ditinggalkannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
