Sediakanlah kami rumah disurga dan di dunia dari sisi-Mu ya Raab...
Rumah disurga yang indah dan mewah tempat kami dan keluarga berkumpul kembali,
dan rumah di dunia yang sederhana nan damai... yang setiap pagi dan petang kami mendengar
burung berkicau menyebut asma-Mu
Dan apabila engkau melihat keadaan disana (surga),niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar( Al-Insan:20)
Allahu Malikul Mulki: Allah yang maha memiliki kerajaan
Senin, 04 November 2013
Minggu, 03 November 2013
Selamat Tahun Baru Islam 1435 H
Langit meneteskan gerimis hujan
Melihatmu semakin teguh beriman
Dalam takwa kepada Tuhan
Dengan penuh keikhlasan
Semoga tahun ini, lebih giat beribadah
Dan di tahun ini lebih indah
Dengan rizki yang berlimpah
Dalam aroma yang berkah
Assalam Mualaikum Wr.Wb.
Keluarga besar banyu mataram kasampurnan/Ponco moyo dan PT.Banyu Mataram Baratama mengucapkan selamat tahun baru Islam 1435 H, marilah di tahun baru ini kita jadikan untuk berefleksi diri
semoga kita senantiasa menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Salam,asah asih dan asuh... Wassalam Mualaikum Wr.Wb.
Belajar Sedekah
Tidak diragukan lagi kalau sedekah itu bisa melipat gandakan rezeki, mendatangkan kemudahan, menolak bala, menyembuhkan penyakit,memanjangkan umur. Sebagian ada yang cepat merasakan , sebagian ada yang lama., walau sebenarnya Insyaallah sudah dibalas Allah diurusan lain yang tidak kita minta.
Semua perkara ilmu juga. Pengetahuan tentang balasan dan kebaikan Allah, plus ilmu baik sangka terhadap Allah. Belajar tentang sedekah adalah belajar sesuatu yang akan mengubah hidup kita semua. Dari miskin menjadi kaya, dari penyakitan menjadi sehat, dari kurang rizki menjadi cukup rezeki,dari banyak masalah menjadi hilang masalah, dari ketentuan pendek umur menjadi panjang umur,dan dari hidup yang tidak bermampaat menjadi bermampaat.
Teringat dulu ketika pertama kali maksain diri sedekah, ada yang harus dibayar, tapi tidak ada buat yang disedekahin......
Biasanya orang bilangnya; ada yang harus dibayar, tapi tak ada duitnya buat bayar.
Bila mana buat bayar hutang ngak ada, saya termasuk orang yang melakukan ya udah sedekah aja apa yang ada, supaya ada kemudahan membayar hutang.
koq ngeduluin bayar sedekah dulu, baru bayar hutang, bukankah bayar hutang diduluin lebih baik?...
Hutang kudu dibayar, misalnya kita punya hutang 10 juta, tapi duit kita buat disedekahin jauh dari 10 juta, barangpun tidak ada. Mata saya melihat keliling apa ya yang bisa disedekahin. Kemudian mata saya tertuju kepada anting anak saya. Anting emas anak saya beratnya kira-kira setengah gram, kalau dijual terus duitnya disedekahin Insyaallah dapat 45 ribu. Saya kemudian ijin kepada istri saya untuk sedekahin anting anak saya, Alhamdulilah istri saya setuju, asal ijin dulu dengan anak saya. Tentu saja kemudian anak saya ngak bisa nolak, istri saya kemudian melepas anting anak saya dan menjualnya. Istri saya bilang kepada pemilik toko emas, kalau emasnya jangan dijual dulu, Insyaalla 1-2 minggu lagi akan ditebusnya, anggap saja gadai gitu.
Anting itu diuangkan, kemudian disedekahkan duitnya. Alhamdulilah ada perasaan tenang saat itu,bahwa Allah Insyaalah akan membantu menolong,bukanlah Allah sendiri yang berjanji, bahwa siapa saja yang membantu kesulitan hamba-Nya yang lain, maka Allah akan membantu kesulitan dirinya sendiri. Saya lakukan Insyaalah dengan kesadaran ini. Penuh pengharapan kepada Allah.
Saya memohon benar kepada Allah, agar membuktikan janjinya tentang sedekah. Harusnya saya ngak usah nyuruh Allah membuktikannya, bukankah Allah telah membuktikan banyak hal, mengapa lagi kalau Allah harus membuktikan janjinya. Ya tapi saya perlu buat penguat batin. Lagian prinsip saya, segala harapan saya sama Allah,adalah doa dan ibadah saya. Mudah-mudahan.
Kemudian kehidupan kami berangsur-angsur membaik, saya per banyak Istighfarnya, sama Allah. Terutama sekarang-sekarang ini. Banyak sekali kemaksiatan baru rasanya.
Ya Allah ampunilah saya,dan segenap hamba-hamba-MU,baik hamba yang dekat dengan-MU, maupun hamba yang masih jauh dengan-MU.
Rabu, 30 Oktober 2013
Syeikh Maulana Jumaidil Kubra
Menurut The History of Java yang mencatat kisah-kisah legenda Gresik menyebutkan Syeikh Maulana Jumaidil Kubra adalah seorang pembimbing wali yang pertama. Raden Rahmat yang kelak menjadi sunan Ampel, pertama-tama datang dari Champa ke Palembang, dan kemudian meneruskan perjalanannya ke Majapahit. Mula-mula Raden Rahmat ke Gresik,dan mengunjungi seorang ahli ibadah yang tinggal digunung Jali, bernama Syeikh Maulana Jumadil Kubra. Sheikh Maulana Jumadil Kubra kemudian menyatakan bahwa kedatangannya sudah diramalkan oleh nabi. Bahwa keruntuhan agama kafir telah dekat. Dan Raden Rahmat dipilih untuk mendakwahkan ajaran Islam di pelabuhan timur pulau Jawa.
Sheikh Juamadil Kubra adalah saudara sepupu Sunan Ampel yang hidup sebagai pertapa disebuah hutan di dekat Gresik.
Keberadaan Syeikh Jumadil Kubra sebagai pertapa, didapati pula dalam cerita tutur bersipat legendaris yang tersebar disekitar lereng gunung merapi diutara Jogyakarta. Dalam cerita ini Syeikh Jumadil Kubra diyakini sebagai wali tertua dari Majapahit,yang hidup bertapa dilereng gunung merapi. Syeikh Jumadil Kubra juga diyakini sebagai penasehat Sultan Agung.
Sementara itu menurut tradisi para sayyid asal Hadramaut yang datang ke Indonesia pada ahir abad-ke 18, Para wali termasuk Syeikh Jumadil Kubra yang meng Islamkan Jawa dan wilayah-wilayah lain di Asia Tenggara adalah keturunan Sayyid. Tokoh yang dianggap sebagai leluhur mereka itu bernama Jamaludin Husain al-Akbar.
Didalam kronika Banten, Syeikh Jumadil Kubra digambarkan sebagai seorang nenek moyang Sunan Gunung Jati. Dikisahkan bahwa salah seorang putra Syaikh Jumadil Kubra yang bernama Ali Nurul Alam tinggal diMesir. Ali Nurul Alam berputra Syarif Hidayahtulah kelak menjadi Sunan Gunung Jati. Sementara itu menurut babad tanah Tjirebon, tokoh Syeikh Jumadil Kubra dianggap sebagai leluhur Sunan Gunung Jati,dan wali-wali lain seperti Sunan Bonang, Sunan Ampel, dan Sunan Kalijaga.
Sedangkan menurut kronika Gresik, Syeikh Jumail Kubra memiliki hubungan darah dengan Sunan Ampel dan tinggal di Gresik. Putra Syeikh Jumadil Kubra yang bernama Maulana Ishaq dikirim ke Blambangan untuk melakukan Islaminasi disana. Maulana Ishaq adalah ayah dari Sunan Giri. Jadi Syeikh Jumadil Kubra menurut versi ini adalah kakak dari Sunan Giri.
Manakah kisah yang lebih autentik antara sumber-sumber babad lokal dengan cerita tradisi yang disampaikan para Sayyid.
Sesuai dengan kisah keberadaannya yang simpang siur dalam banyak versi, makamnya juga juga diyakini berada diberbagai tempat. Ada yang menyakini kalau makam beliau berada dibukit Bergota Semarang. Masyarakat setempat menyakini kalau makam tua yang terletak diantara tambak dan daerah Terbaya, adalah makam Syeikh Jumadil Kubra.
Didaerah lereng gunung Merapi tepatnya di desa Turgu dikaki gunung Kawastu, terdapat makam keramat yang diyakini sebagai makam Syaikh Jumadil Kubra. Dan, satu-satunya makam yang diyakini umum kuburan Syaikh Jumadil Kubra adalah yang terletak dikompleks makam Tralaya di kabupaten Mojokerto.
Rabu, 23 Oktober 2013
Keyakinan Jawa- Suriname
Ini adalah catatan yang membuat saya tersentak akan sesuatu yang belum saya lihat di Jawa dan Indonesia. Beberapa waktu lalu saya kunjungan kebeberapa kelompok javanisme di Suriname. Tak hentinya saya bersyukur, karena disanalah saya temukan "permata" yang hilang. Dimana ada beberapa fenomena yang maasih benar-benar asli dan belum tersentuh oleh sumber-sumber selain adat Jawa yang sesungguhnya. Baik itu berupa ajaran Jawa, benda-benda pusaka, dan tata kehidupan nenek moyang' Wong Jowo' yang telah lama hilang jejaknya.
Pewaris kebudayaan Suriname masih sangatlah eksis,tidak sedikit mereka teramat bangga menyandang atribut-atribut budaya Jawa termasuk nama anak cucunya seperti Sukamto, Paimin, Kaminah, dll. Baju sorjan, baju beskap, balangkon, gamelan, juga merupakan simbol-simbol bahwa masyarakat Suriname terus ingin menunjukan jati dirinya sebagai wong Jawa.
Berkembangnya beberapa perkumpulan dari leluhur masyarakat Jawa Suriname, seperti Sunar Ing Mulyo Sejati, Kasedhan Jati, Pernatan Adat Jawa, kelompok Javanologi,Sapto Dharmo, Sanggar Pambekti Kasokman, Kajawan, dan lain-lain. Sungguh merupakan fenomena yang mengharukan, manakala kita sudah sedikit sekali peduli akan pelestarian budaya Jawa, sedangkan yang sangat jauh disana betul-betul berusaha semaksimal mungkin melestarikan ajaran-ajaran dan budaya Jawa. Dari sekian kelompok ada yang memiliki anggota puluhan orang bahkan ada yang sampai ribuan orang yang seakan-akan selalu siap mengabdi pada lestarinya budaya Jawa. Meskipun kadang karena fanatisme dapat menimbulkan perbedaan pendapat antar kelompok.
Namun ini merupakan bukti bahwa masyarakat Jawa Suriname memegang teguh ajaran Jawa. Disisi lain kelompok yang tidak sependapat menganggap sebagai sebuah agama baru yang disebut agama Jawa. Padahal jika ditelusuri lebih jauh hal ini disebabkan oleh terputusnya tali penghubung antara laku dengan ngilmu/ajaran, ngilmu dengan kaweruh, dan kaweruh dengan hakekat kasampurnaan. Karena bagaimanapun itu merupakan perwujudan manembah maring gusti kanti ageman sejati.
Ada yang menarik dan sangat dominan di kelompok Suriname, dimana sebagian besar kelompok tersebut membina,mengajarkan, dan menyakini akan lahirnya Satrio Sejati.Ciri has orang Jawa adalah gemar menjalankan laku prihatin, dalam pencarian jati diri dalam mengenal diri sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Agung. Manusia sebenarnya sudah memiliki identitas kodrat yang kita sebut dengan nama panggilan, identitas lahiriyah berupa sidik jari, susunan gigi,rentina mata. Sedangkan rekaman hidup merupakan pembawa identitas batiniyah. Identitas itulah sebagai kode kodrat jalan kehidupan manusia dari sebelum dilahirkan hingga ahir zaman. Dalam perjalanan kehidupan manusia harus mengerti dan menjalani urip sejati sak jatining urip. Melalui proses pengabdian kepada sang pencipta dengan manembah rogo, manembah roso, manembah cipto. Melalui tahapan itulah maka keyakinan kelahiran satrio sejati akan terwujud. Sungguh naif jika kita memahami satriyo sejati adalah seseoran yang sakti. Dengan kesaktian dan kelebihannya tiba-tiba merubah tatanan kehidupan. Satriyo sejati tidak memandang gender, suku, agama, ras, golongan. Satriyo Sejati bisa laki-laki, bisa juga perempuan, bisa rakyat jelata, tua atau muda, pemimpin ataupun yang dipimpin dan siapa saja.Tatanan kehidupan tidak bisa dirubah dalam sekejap. Lewat lahirnya satriyo-satriyo itulah menjadi titik balik peradaban. Jika satu diantara seratus penduduk bumi adalah Satrio sejati, maka akan ada Satrio Sejati yang akan siap menunutun akan hakekat kehidupan yang lebih baik. Meramal kedatangan Satriyo sejati adalah bagai mencari tulang tampa isi. Terlebih lagi yang mengaku ngaku sebagai striyo piningit. Satriyo Sejati itu sudah ada pada diri kita. Manusia diciptakan sebagai khalifah/pemimpin dimuka bumi. Setiap diri harus mampu memimpin dirinya masing-masing. Sehingga jelas akan mudah membawa kaumnya kejalan yang benar dan tatanan kehidupan yang baik.Kedudukan tidak semestinya diperebutkan.. Satriyo Sejati hanya mengenal Fastabikul khoirat, berprilaku rill lebih banyak berbuat dari pada berbicara.
Adam adalah khalifah pertama dimuka bumi. Ketaatan. Adam adalah sebagai perwujudan manembah kepada sang pencipta. Implementasinya dengan kunci sirulah,dzaullah, sipatulah, menjadi sumber ajaran Suriname. Pemahaman tentang bopo Adam, ibu Hawa adalah hakekat kembalinya pangabekti kepada pendahulu dan hakikat kekhalifahan manusia dimuka bumi. Nenek moyang merupakan ibu ibunya kita dimuka bumi, maka ujungnya adalah ajaran Adam Hawa, bahwa ibu saya adalah Hawa bapak saya adalah Adam.
Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mewujudkan Satriyo Sejati. Ajaran Jawa Suriname meskinya dilengkapi dengan kunci selanjutnya. Dimana sirulah, Dzatullah,sipatullah, harus dilengkapi dengan kunci Muhamad sebagai kunci pembuka nur Muhamad. Sedangkan para nabi yang lain adalah penyambung. Yang membawa konsep maujudnya. Pada dasarnya sumber dari segala ajaran adalah bapak Adam ibu Hawa. Muhamad adalah Rasul penyempurna dari dari Nabi-Nabi sebelumnya. Dan satu-satunya pemberi safaat diahir zaman.
Di perkumpulan Banyu Mataram telah diajarkan tentang tahapan dan alur dari pemahaman/pameling/kaweruh tentang ajaran Satriyo Sejati dengan menyibak rahasia porbo waseso sehingga menduduki tahapan kasampurnan sebagai Asmo Sejati. Dalam bagan akan tampak perjalanan laku kehidupan manusia, dimana jalan sebelah kiri adalah koridor Jin,setan,Iblis, sedangkan jalan alur sebelah kanan adalah jalan kodratullah Insyaalah akan selalu mendapat ridho Allah SWT.
Jika Negara ini telah banyak Satriyo Sejatinnya maka itulah disebut Negara/bangsa yang telah memayu hayuning bawono.
Catatan Dari Bpk.Sriyono
Pembimbing Ponco Moyo Banyu Mataram dan pemerhati budaya dan kebatinan Jawa
Pewaris kebudayaan Suriname masih sangatlah eksis,tidak sedikit mereka teramat bangga menyandang atribut-atribut budaya Jawa termasuk nama anak cucunya seperti Sukamto, Paimin, Kaminah, dll. Baju sorjan, baju beskap, balangkon, gamelan, juga merupakan simbol-simbol bahwa masyarakat Suriname terus ingin menunjukan jati dirinya sebagai wong Jawa.
Berkembangnya beberapa perkumpulan dari leluhur masyarakat Jawa Suriname, seperti Sunar Ing Mulyo Sejati, Kasedhan Jati, Pernatan Adat Jawa, kelompok Javanologi,Sapto Dharmo, Sanggar Pambekti Kasokman, Kajawan, dan lain-lain. Sungguh merupakan fenomena yang mengharukan, manakala kita sudah sedikit sekali peduli akan pelestarian budaya Jawa, sedangkan yang sangat jauh disana betul-betul berusaha semaksimal mungkin melestarikan ajaran-ajaran dan budaya Jawa. Dari sekian kelompok ada yang memiliki anggota puluhan orang bahkan ada yang sampai ribuan orang yang seakan-akan selalu siap mengabdi pada lestarinya budaya Jawa. Meskipun kadang karena fanatisme dapat menimbulkan perbedaan pendapat antar kelompok.
Namun ini merupakan bukti bahwa masyarakat Jawa Suriname memegang teguh ajaran Jawa. Disisi lain kelompok yang tidak sependapat menganggap sebagai sebuah agama baru yang disebut agama Jawa. Padahal jika ditelusuri lebih jauh hal ini disebabkan oleh terputusnya tali penghubung antara laku dengan ngilmu/ajaran, ngilmu dengan kaweruh, dan kaweruh dengan hakekat kasampurnaan. Karena bagaimanapun itu merupakan perwujudan manembah maring gusti kanti ageman sejati.
Ada yang menarik dan sangat dominan di kelompok Suriname, dimana sebagian besar kelompok tersebut membina,mengajarkan, dan menyakini akan lahirnya Satrio Sejati.Ciri has orang Jawa adalah gemar menjalankan laku prihatin, dalam pencarian jati diri dalam mengenal diri sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Agung. Manusia sebenarnya sudah memiliki identitas kodrat yang kita sebut dengan nama panggilan, identitas lahiriyah berupa sidik jari, susunan gigi,rentina mata. Sedangkan rekaman hidup merupakan pembawa identitas batiniyah. Identitas itulah sebagai kode kodrat jalan kehidupan manusia dari sebelum dilahirkan hingga ahir zaman. Dalam perjalanan kehidupan manusia harus mengerti dan menjalani urip sejati sak jatining urip. Melalui proses pengabdian kepada sang pencipta dengan manembah rogo, manembah roso, manembah cipto. Melalui tahapan itulah maka keyakinan kelahiran satrio sejati akan terwujud. Sungguh naif jika kita memahami satriyo sejati adalah seseoran yang sakti. Dengan kesaktian dan kelebihannya tiba-tiba merubah tatanan kehidupan. Satriyo sejati tidak memandang gender, suku, agama, ras, golongan. Satriyo Sejati bisa laki-laki, bisa juga perempuan, bisa rakyat jelata, tua atau muda, pemimpin ataupun yang dipimpin dan siapa saja.Tatanan kehidupan tidak bisa dirubah dalam sekejap. Lewat lahirnya satriyo-satriyo itulah menjadi titik balik peradaban. Jika satu diantara seratus penduduk bumi adalah Satrio sejati, maka akan ada Satrio Sejati yang akan siap menunutun akan hakekat kehidupan yang lebih baik. Meramal kedatangan Satriyo sejati adalah bagai mencari tulang tampa isi. Terlebih lagi yang mengaku ngaku sebagai striyo piningit. Satriyo Sejati itu sudah ada pada diri kita. Manusia diciptakan sebagai khalifah/pemimpin dimuka bumi. Setiap diri harus mampu memimpin dirinya masing-masing. Sehingga jelas akan mudah membawa kaumnya kejalan yang benar dan tatanan kehidupan yang baik.Kedudukan tidak semestinya diperebutkan.. Satriyo Sejati hanya mengenal Fastabikul khoirat, berprilaku rill lebih banyak berbuat dari pada berbicara.
Adam adalah khalifah pertama dimuka bumi. Ketaatan. Adam adalah sebagai perwujudan manembah kepada sang pencipta. Implementasinya dengan kunci sirulah,dzaullah, sipatulah, menjadi sumber ajaran Suriname. Pemahaman tentang bopo Adam, ibu Hawa adalah hakekat kembalinya pangabekti kepada pendahulu dan hakikat kekhalifahan manusia dimuka bumi. Nenek moyang merupakan ibu ibunya kita dimuka bumi, maka ujungnya adalah ajaran Adam Hawa, bahwa ibu saya adalah Hawa bapak saya adalah Adam.
Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk mewujudkan Satriyo Sejati. Ajaran Jawa Suriname meskinya dilengkapi dengan kunci selanjutnya. Dimana sirulah, Dzatullah,sipatullah, harus dilengkapi dengan kunci Muhamad sebagai kunci pembuka nur Muhamad. Sedangkan para nabi yang lain adalah penyambung. Yang membawa konsep maujudnya. Pada dasarnya sumber dari segala ajaran adalah bapak Adam ibu Hawa. Muhamad adalah Rasul penyempurna dari dari Nabi-Nabi sebelumnya. Dan satu-satunya pemberi safaat diahir zaman.
Di perkumpulan Banyu Mataram telah diajarkan tentang tahapan dan alur dari pemahaman/pameling/kaweruh tentang ajaran Satriyo Sejati dengan menyibak rahasia porbo waseso sehingga menduduki tahapan kasampurnan sebagai Asmo Sejati. Dalam bagan akan tampak perjalanan laku kehidupan manusia, dimana jalan sebelah kiri adalah koridor Jin,setan,Iblis, sedangkan jalan alur sebelah kanan adalah jalan kodratullah Insyaalah akan selalu mendapat ridho Allah SWT.
Jika Negara ini telah banyak Satriyo Sejatinnya maka itulah disebut Negara/bangsa yang telah memayu hayuning bawono.
Catatan Dari Bpk.Sriyono
Pembimbing Ponco Moyo Banyu Mataram dan pemerhati budaya dan kebatinan Jawa
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)